Oct 31, 2013

How Much are You Worth?

Buat stay at home moms, coba deh...kalo ditanya sama orang "ibu bekerja di mana?" atau "ibu pekerjaannya apa?" jangan langsung minder atau merasa bodoh karena 'cuma' di rumah saja. Kalo ada yang bilang sahm tidak berkembang, ahh tergantung individu yaa, pengembangan diri itu luaasss banget, dan bisa dilakukan bisa di mana aja asal kita mau terus belajar.

Sering, kok, baca status-status galau teman yang tadinya bekerja trus jadi sahm, biasanya gak jauh-jauh dari "kangen gajian" atau "bosen di rumah terus." Gak lama kemudian statusnya ganti "enaknyaa siang-siang kruntelan sama anak." Kalo ditanya kok galau, ikhlas gak, jawabnya IKHLAS KOK! DEMI TUHAAAANN. 

Sori, capslock error. Hihihi. 
Been there bangeeetttt. 

Ya manusiawi sih kalo biasa tiap hari dandan cakep pake baju bagus, ketemu banyak orang, ngurusin hal-hal major yang keren, trus tiba-tiba berhenti aja gitu. Dunia mendadak sempit dan berbalik 180 derajat.

Padahal kalo mau pake blazer n heels trus dandan di rumah juga gapapa loh, aturan pakaian kerja kan biasanya dibuat sama employer, nah..berhubung sahm adalah Boss of the boss, kita bisa nentuin mau pake baju dinas apa di tempat kerja kita alias rumah :)) 

Niyat ye, ciin...

Jangan salah, sahm itu pekerja kok, gak cuma dibalas cinta atau dibayar pahala. Capek, kan? Mikir, kan? Diburu juga sama waktu, kan?  Makanya value worth nih di Salary.com,


Tapi mana ada yang mau dibayar 'cuma'1.3 juta, siapa yang mau bayar pula, hehehe. Ya udah, cukup puas dong dengan bayaran cinta? 

Masih gak pede?
Ada 88 jenis pekerjaan yang diakui Negara Indonesia : 

1. Belum / Tidak Bekerja
2. Mengurus Rumah Tangga
3. Pelajar / Mahasiswa
4. Pensiunan
5. Pegawai Negeri Sipil
6. Tentara Nasional Indonesia
7. Kepolisian RI
8. Perdagangan
9. Petani / Pekebun
10. Peternak
11. Nelayan / Perikanan
12. Industri
13. Konstruksi
14. Transportasi
15. Karyawan Swasta
16. Karyawan BUMN
17. Karyawan BUMD
18. Karyawan Honorer
19. Buruh Harian Lepas
20. Buruh Tani / Perkebunan
21. Buruh Nelayan / Perikanan
22. Buruh Peternakan
23. Pembantu Rumah Tangga
24. Tukang Cukur
25. Tukang Listrik
26. Tukang Batu
27. Tukang Kayu
28. Tukang Sol Sepatu
29. Tukang Las / Pandai Besi
30. Tukang Jahit
31. Penata Rambut
32. Penata Rias
33. Penata Busana
34. Mekanik
35. Tukang Gigi
36. Seniman
37. Tabib
38. Paraji
39. Perancang Busana
40. Penterjemah
41. Imam Masjid
42. Pendeta
43. Pastur
44. Wartawan
45. Ustadz / Mubaligh
46. Juru Masak
47. Promotor Acara
48. Anggota DPR-RI
49. Anggota DPD
50. Anggota BPK
51. Presiden
52. Wakil Presiden
53. Anggota Mahkamah Konstitusi
54. Anggota Kabinet / Kementerian
55. Duta Besar
56. Gubernur
57. Wakil Gubernur
58. Bupati
59. Wakil Bupati
60. Walikota
61. Wakil Walikota
62. Anggota DPRD Propinsi
63. Anggota DPRD Kabupaten / Kota
64. Dosen
65. Guru
66. Pilot
67. Pengacara
68. Notaris
69. Arsitek
70. Akuntan
71. Konsultan
72. Dokter
73. Bidan
74. Perawat
75. Apoteker
76. Psikiater / Psikolog
77. Penyiar Televisi
78. Penyiar Radio
79. Pelaut
80. Peneliti
81. Sopir
82. Pialang
83. Paranormal
84. Pedagang
85. Perangkat Desa
86. Kepala Desa
87. Biarawati
88. Wiraswasta

Naahh, jadi sahm nggak sama dengan pengangguran atau pembantu rumah tangga. Karena sejatinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga butuh keterampilan, butuh mikir, dikejar deadline dan lewatin ribuan kali decision making process.

And i'm officially in. Mau pamer ceritanya...


Boleh kok ditambahin mengurus kebun, mengurus hewan peliharaan, memperbaiki peralatan yang rusak,
kalo spacenya cukup.

Oprah Winfrey bilang "menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling sulit di bumi.", dan saya cuma mau nambahin, just chin up yaa ibu-ibuuu...whoever you are, if you put a lot effort into it, all you are worth.

*disclaimer yak, tulisan ini cuma racauan di kala senggang, tidak bermaksud menyinggung siapapun atau diskriminatif terhadap peran setiap individu*

Oct 15, 2013

Selamat Berkurban!

Selamat Hari Raya Kurban!
Semoga semangat berbagi, bersedekah dan taat kepada Alloh senantiasa tumbuh dalam diri kita.

Tapi tahun ini keluarga kami gak berkurban, bad financial management by miss minister..jadi gak sempet menabung kurban, kalo didadak yah ga segampang ngeluarin kertas bon dari dompet *buang tumpukan struk yang tintanya udah luntur*

Senang juga merayakan Idul Adha di rumah sendiri, meski sholat jam 6, remfongnya cuma sedikit gak kaya Idul Fitri, soalnya antrian mandi cuma dua..yang dua lagi bisa nebeng, itupun gak nyampe 10 menit hehe. Trusnya jalan kaki ke mesjid deket banget tinggal luruusss, sekalian bersilaturahmi sama tetangga-tetangga komplek. Surprise waktu selesei gelar sajadah trus duduk sambil mangku Ali, ibu-ibu di sebelah langsung nyapa "mbak, sampeyan yang taun lalu anaknya masih bayi ya?" wiiii, terharu..ya berarti orang-orang sini cukup perhatian dong satu sama lain, padahal mungkin aja sih ada ibu dan bayi lain yang dia liat, tapi pede aja kayanya beneran saya yang dimaksud deh, kan abis itu jadi ngobrol, nyambung silaturahmi meski rumah kita beda blok agak jauh.

Suasananya emang beda sih dengan Idul Fitri, gak ada tontonan khas lebaran, parodi-parodi ketupat atau film warkop di tv. Di rumah pun saya gak nyiapin apa-apa, no ketupat, no opor, no sambel goreng ati, gak bisa bikinnya :)) jadi pagi-pagi habis sholat langsung ngenasgor aja, pake telor.

Berhubung tanggal merah ada di sela-sela hari kerja, hari itu kerjanya cuma leyeh-leyeh aja di kasur, nunggu pembagian daging abis ashar :P sementara itu kita bolak-balik tabloid masak nyari resep olahan kambing. Kepikiran gule, semur atau sate, tapi semua terlalu mainstream, duileee...kalo dapet kiriman juga gak nolak. 

Emang saya gak pernah sengaja beli daging kambing buat dimasak sendiri di rumah, meskipun suka, kalo mau makan kambing pasti beli di Kairo yang tinggal makan aja, gantian kadang beli nasi kebuli, gule, sate, tongseng atau samosa.

Setelah dapet resep yang dicari, abis tuker kupon daging cuss ke pasar beli bahan-bahan, gak lupa beli buah buat seger-segernya.

Dapet dong: salam-sereh, bawang merah-putih, ketumbar, kemiri, jeruk nipis, bumbu pecel, tusuk sate, cabe rawit, cabe merah, tomat, jahe + semangka satu kepala, mangga sekilo. Hahaha, penting yaaakk ditulis....fyi, mangga udah mulai musim tapi masih mahal cin..  

Mau masak apa? Yang pertama tentunya kita rebus dulu daging kambingnya.
Oh ya, kebetulan di sini lagi gak ada yang kurban sapi, plus ada yang nitip akikahan 13 ekor kambing, jadilah kebagiannya kambing semua. Kambing ama domba beda yah, kalo daging kambing warnanya lebih merah dan aromanya lebih tajam daripada domba. Rasanya juga lebih gurih daging kambing sih tapi buat saya dua-duanya sama aja kalo udah jadi masakan mah.

Tips sajian kambing dari Bango, sebaiknya jangan cuci daging dengan air agar tidak bau ; celupkan daging ke parutan nanas kurleb 5 menit untuk melembutkan daging dan lumer saat digigit. Jadi kemaren saya pake metode dua kali rebus, sekali buat buang kotoran-kotorannya, yang kedua baru dipresto.

Sesi kambing pertama ngambil resep dari Bango. Duh tapi lupa banget nget gak difoto dulu sebelum makan, udah keburu ludes tak bersisa saat itu juga.

Sate Goreng Kambing ala pak Budi *entah lah ya Pak Budi mana..* 
untuk 2 orang

250 daging kambing
10 siung bawang merah, iris tipis
4 siung bawang putih, iris tipis
5 buat cabe rawit utuh
3 sdm minyak samin atau margarin
3 buah tomat hijau, iris kasar
5 sdm kecap Bango
Lada
Garam
100ml air
Nanas secukupnya, parut

Bumbu sate 
5 siung bawang putih
2 sdt ketumbar
5 buah kemiri
5 lbr daun jeruk
100gr gula merah
Asam jawa
3 sdm air
2 sdm kecap Bango


Bumbu sate : Haluskan bawang putih, ketumbar, kemiri, gula merah, sisihkan. Campurkan asam jawa dengan air, aduk rata. Tuang air asam jawa ke dalam bumbu yang telah dihaluskan. Tambahkan kecap Bango dan daun jeruk. Aduk hingga bumbu rata.

Sate goreng : Rendam daging dalam parutan nanas 5 menit. Potong daging membentuk dadu. Lumuri daging dengan bumbu sate, sisihkan.

Tumis bawang merah, bawang putih dengan margarin, masukkan cabe rawit dan tomat. Aduk rata. Masukkan daging lalu masak sampai berubah warna dan empuk. Tambahkan kecap Bango, aduk-aduk rata. Tuang air sedikit-sedikit, aduk rata hingga meresap. Masukkan lada dan garam secukupnya. Aduk rata, angkat.

Kalau mau ditambah bahan pelengkap, tambahkan dengan irisan kol dan tomat.

Tadaaaa, sungguh resep ala amatir mwahahaha. Lagian kemarin itu karena punya bumbu pecel jadi daging kambingnya kita lumuri bumbu pecel aja, gak pake bumbu sate seperti resep di atas. Rasanya enak juga, lebih mirip sate tusuk dengan bumbu kacang. Pasti beda sih rasanya, lain kali deh kita bikin yang original recipe.

Sesi kedua, dapet dari Tabloid Nova tgl 23-25 September 2013.

Kua Asang Rusuk (ala Menado)
resep asli saya ganti pake iga kambing



500gr iga sapi, potong-potong
1.5lt air
3 sdm minyak goreng
9 siung bawang merah, iris tipis
5 buah cabe merah, potong bulat
4 buah cabe hijau, potong bulat
10 buah cabe rawit merah utuh
4 cm jahe, iris tipis
2 batang serai, memarkan
6 lbr daun jeruk
2 sdt garam
6 buah belimbing sayur, potong-potong
5 tangkai kemangi, ambil daunnya

Rebus iga sapi sampai empuk.
Tumis bawang merah, cabe merah, cabe rawit, daun jeruk, serai sampai layu
Tuangkan tumisan bumbu ke rebusan iga, tambahkan garam, masak sampai matang
Masukkan belimbing sayur dan daun kemangi. Hidangkan selagi panas.

Aslik, gampang banget ternyata dan gak pake lama. Kuah asamnya segeeerrr berdampingan sama pedes, new fave juga nih secara selama ini gak pernah masak kuah asam, bahkan ini pertama kalinya gue masak pake belimbing sayur *dan baru tau bentuknya! dan ternyata tetangga sini pada nanem di depan rumah!*
Lebih enak kalo dibesokin, karena kuahnya meresap ke tulang-tulang iga, paling mantep disantap saat masih hangat.

Buat netralisir lidah, kita bikin dessert sop buah mangga, semangka, melon, nata de coco.

Anak-anak saya gak ada yang makan kambing sih, bukan gak boleh juga, cuma gak pede aja sama tingkat keempukan kambing yang kita masak. Di kesempatan lain mereka pernah coba gule kambing dan nasi kebuli kok, dan itu kambingnya emang beneran empuk ampe bisa dicincang-cincang halus gitu, kalo yang ini berhubung emak-bapaknya kadung laper akut, more effort di kunyah-kunyah ajalaahh...

Another blessing berlebaran mandiri, jadi bisa ngolah masakan yang gak biasa. Selama ini kan di rumah orangtua terima-terima jadi aja tinggal makan. Gak tau nih ya efek kambing apa bukan, tapi dua hari abis makan kambing gue langsung ngantuk beraatt jam 8 udah ngorok di kasur, tapi kayanya ayah engga deh mungkin guenya aja yang kebluk.

Kambing habis, tinggal sapi...standar aja kalo sapi siihh.

Hari Pertama

Ini puasa hari pertama kami. Dimulai dari sahur yang mepet karena tidur kemalaman dengan menu seadanya.  Puasa itu sederhana, nak. Menaha...