Pages

Closer to Nature by Finding a Real Milk

Belakangan ini, saya menaruh perhatian khusus pada asupan kalsium untuk tubuh. Apalagi dalam tiga tahun terakhir, saya berturut-turut hamil, menyusui, hamil lagi lalu menyusui lagi.

Selama hamil, janin membutuhkan banyak kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya, dimana kebutuhan paling tinggi terjadi saat trimester akhir kehamilan. Jika ibu gak punya cadangan kalsium cukup, maka janin akan 'mengambilnya' dari tulang-tulang ibu yang menyebabkan tubuh ibu rentan terhadap low back pain dan pengeroposan gigi seiring juga dengan membesarnya kehamilan. Untungnya, ada hormon estrogen yang membantu melindungi tulang-tulang ibu agar tetap padat plus, saat hamil, penyerapan kalsium yang masuk lebih baik daripada saat tidak hamil.

Sebaliknya, selama menyusui, studi menunjukkan bahwa perempuan kehilangan 3 sampai 5 persen massa tulangnya dikarenakan peningkatan kebutuhan kalsium bayi yang disusui, yang lagi-lagi, diambil dari cadangan kalsium di tulang ibu. Selain itu, produksi hormon estrogen pada ibu menyusui tidak sebanyak waktu hamil sehingga butuh tambahan asupan kalsium dari biasanya agar tulang ibu tetap padat dan terhindar dari kerapuhan. Banyaknya kalsium yang dibutuhkan oleh ibu menyusui tergantung pada banyaknya ASI yang diproduksi dan berapa lama proses menyusui berlangsung.

Jadi ibu emang sesuatu ya pengorbanannya. 

Pengalaman sakit punggung selama hamil dan menyusui inilah membuat saya sadar pentingnya kalsium yang adekuat untuk mempertahankan kesehatan tulang meski harus "berbagi" dengan janin dan bayi yang disusui.

Kalsium itu adalah mineral yang gak diproduksi dari dalam tubuh, jadi untuk mendapatkan kalsium salah satu sumbernya berasal dari dairy products, dan yang paling gampang dikonsumsi adalah...

Minum susu.
Tinggal glek.

Jackpotnya..selain kalsium, milk also a huge resource for Vitamin D! Si vitamin D inilah yang membantu penyerapan kalsium lebih optimal sekaligus meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi risiko kanker.

So, why won't we drink milk?

Saya sekeluarga menyukai susu dan keturunan-keturunannya. Steak, sate, sop, susu..harus dari sapi! mamalia lain kurang nendang, hehehe. Kami percaya nutrisi terbaik adalah yang berasal dari alam. Maka, untuk susu juga saya pilih yang sealami mungkin alias nggak terlalu banyak rantai prosesnya, nggak pake zat-zat artificial, sehingga nyampe di tangan saya masih segar dan nutrisinya tidak berkurang.

Real fresh milk? absolutely it is.

Tentu saja yang dimaksud adalah processed fresh milk. Beda sama raw milk yaaa. Raw milk  itu susu segar hasil perahan langsung dari sapi, unprocessed. Sedangkan processed fresh milk, adalah susu segar hasil perahan yang sudah melalui proses pemanasan tetapi komposisi dan bentuknya tidak berubah alias tidak ditambahkan apa-apa, atau dapat juga disebut whole milk. Cara pemrosesan susu ada dua, secara pasteurisasi (dipanaskan dengan suhu 7 derajat celcius selama 15 detik) atau Ultra High Treated (dipanaskan dengan suhu 140 derajat celcius selama 4 detik). Keduanya sama-sama bertujuan untuk mematikan bakteri dan mikroorganisme yang mungkin terkandung dalam raw milk tanpa mengurangi nutrisi dan rasa alami susu segar.

Hanya saja, susu yang diproses secara pasteurisasi jangka waktu konsumsinya lebih pendek dan penyimpanannya harus dalam keadaan dingin. Itu karena proses pasteurisasi sendiri menyisakan mikroorganisme yang baik bagi pencernaan tubuh jadi kalo disimpan tidak semestinya bakalan basi. Untuk alasan kepraktisan, saya pilih susu UHT supaya bisa disimpan lebih lama, distok di luar kulkas, dan bisa dibawa kemana-mana.

Dari sekian banyak merek susu cair yang ada di chiller supermarket, saya coba satu-satu dan melakukan riset kecil setiap komposisinya (iya, seniat itu!) yang hasilnya, saya berjodoh sama Susu Greenfields. Alasan utamanya ada tiga; susu segar adalah yang paling cepat diolah, peternakan Greenfields terintegrasi dengan pabrik pengolahan susunya, sehingga susu tidak memerlukan waktu yang lama dari sejak diperah hingga ke tempat pengolahan. Pastilah susu yang dihasilkan juga lebih segar karena tidak lama bersinggungan dengan proses transportasi dan campur tangan manusia. Kedua, sapi Holstein asal Australia yang ada di peternakan Greenfields adalah jenis sapi penghasil susu terbaik di dunia. Ketiga, meskipun melalui proses pemanasan, rasa dan kualitas susu Greenfields begitu segar, tidak eneg atau terlalu gurih. Ini pasti karena si sapi makan rumput sehat, alami kaya serat dan berprotein tinggi semacam rumput alfalfa dan king grass. It is what it eats.

Poin plus lainnya, susu Greenfields punya versi pasteurisasi dan UHT dengan varian yang banyak. Saya, ayah, dan Arraf punya preferensi susu masing-masing, jadi stok susu Greenfields di kulkas gak pernah cuma satu kotak.

Saya, tentu saja Hi-Calcium Low Fat jadi pilihan. Menjadi seorang ibu menuntut saya 'punya' cadangan kalsium yang cukup untuk menjaga kekuatan tulang dan membantu stamina agar tetap fit. Secara ya, bobo miring tiap hari sambil nyusuin bikin tulang berasa bengkok, belum lagi ngerjain ini-itu sambil gendong-gendong bayi, butuh dukungan tulang dan otot yang kuat supaya gak gempor. Kalo dulu dikit-dikit minta dipijetin punggung, sejak rutin lari 2x seminggu badannya udah mulai ringan, apalagi habis lari minum susu, fresh banget. Habis olahraga minum susu? apa gak 11-12? Sst, studi terbaru di McMaster University yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition mengatakan, minum susu setelah berolahraga justru menambah massa otot dan menurunkan lemak. Alasannya, susu mengandung karbohidrat dan protein tinggi yang dapat mengembalikan energi yang terpakai. Lagipula, susu hi-calcium mengandung lemak hanya sekitar 1.3%. Why worries? :)

Sedangkan ayah minum varian Hi-Calcium Skimmed Milk, mengingat berat badannya harus dijaga yaa..jadi pilihannya tentu susu yang kandungan lemaknya cuma 0.1%. Ini cocok juga buat yang pada diet tapi tetap mendapatkan manfaat susu. Saya sering juga 'nyuri' skimmed milk ayah buat masak cream soup atau campuran bikin pancake/kue, rasa susunya pas, hasilnya juga lebih fluffy dan creamy. Kelebihan masak pake susu UHT daripada susu pasteurisasi adalah temperaturnya yang dapat disesuaikan dengan suhu ruang yang menguntungkan dalam proses baking.

Kalo Arraf, udah pasti favenya Choco Malt (sekaligus fave sekeluarga juga). Si choco malt ini rasa coklatnya proporsional banget sama rasa susu, jadi gak berasa kaya minuman coklat biasa. Kadang diminum langsung atau dituang ke sereal untuk sarapan. Kalo untuk konsumsi sehari-hari, Arraf biasanya saya kasih Full Cream Milk yang kandungan lemaknya 3.5% karena dia masih butuh lemak susu untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Alhamdulillah Arraf gak pernah mengalami sembelit atau diare karena susu, malahan karena rajin minum susu, gigi-giginya kuat dan tulangnya keras. Bisa dibilang, tahan banting.


Meskipun merek dagangnya Greenfields dan sapinya dari Australia, ini asli produk dalam negeri kok. Peternakan Greenfields berlokasi di Desa Babadan, Gunung Kawi, Malang. Dengan ketinggian 1.200m di atas permukaan laut, sapi-sapi Greenfields hidup di habitat yang berudara segar dan pakan alami. Kalo sapi itu pada hepi, susu yang dihasilkan juga banyak dan berkualitas. Bukankah kita ibu menyusui juga paham korelasi antara feels happy dan ASI melimpah? :)

Penting juga memastikan susu ini halal dan toyyib. Duh maafkeun kualitas foto yang buruk, pada tau lah ya gambar logo halal MUI.


That's what a real milk can do for my family, what's for you?

Anyway, jangan cuma percaya kata-kata saya. Ayo mampir ke www.greenfieldsmilk.com , bertualanglah melihat-lihat berbagai varian susu Greenfields, klik link ‘Faster & Fresher’ dan buktikan betapa cepatnya proses dari raw milk sampai siap dikonsumsi. Link fave Arraf tentu saja 'Happy Cows' di mana dia bisa lihat video bagaimana sapi-sapi itu diperlakukan dengan baik sehingga mereka tumbuh sebagai happy cows. Jangan lupa habis itu cuss ke supermarket yaa, rasakan sendiri kesegaran dan kemurnian susu Greenfields.

Oh iya, Greenfields juga punya akun twitter @GreenfieldsID yang sering ngetwit resep-resep sehat dan simple. Ada juga Page GreenfieldsMilkID di FB yang sekarang lagi ngadain blog competition. Klik app What Real Milk Can Do, lihat Gallery and please, vote for my blog yaaa *ujung-ujungnya promoooo* :D

Pengen banget ngajakin anak-anak ke Legoland, apalagi kalo mereka tahu karena minum susu mereka bisa pergi ke Legoland pasti lebih cintaaa lagi minum susunya. So..vote me yaaa. Thank you ^______^

No comments:

Post a Comment

 

Blog Template by BloggerCandy.com