Feb 26, 2012

Meet the Second

Setelah 2x testpack positif, kembali bergabung dengan antrian ibu-ibu di lorong praktek SpOG di Hermina. Prosedurnya masih ingat dan tetap sama, cek tensi, cek BB. Hehe, BB 43 (naek nih!), tensi 100/70.

Ketemu dengan dr Indri Budiarti, SpOG. Dokter cantik ini langsung nanya-nanya riwayat menstruasi terakhir sampai hari ini. Frankly, agak malu juga waktu saya bilang HPHT terakhir saya 18 November, "kuat juga ya bu, dari Nov gak penasaran sampe sekarang..karena biasa telat kali ya?" Err...historisnya begini :

17 Agustus : haid pertama kali setelah 8 bulan melahirkan
September : gak keluar hadi 
20 Oktober : haid lagi
18 November : haid lagi 
Desember - Februari berhenti haid

" Ibu gak mual? " dr Indri nanya lagi. Sebenernya mulai dari akhir Januari udah mual sih...dari hari-hari terakhir ngantor tuh udah mulai rakus, selalu numpuk cemilan di meja. Tapi sekali lagi, saya gak curiga. 

Lalu kembali ke ranjang USG. Teroreroretroret, kantungnya ada! Janinnya juga ada! Gede dong! udah berbentuk dan tangannya melambai-lambai. Subhanallah...

Ukurannya masih 2.56 cm, usia kehamilan kira-kira 9w2d jika dilihat dari ukuran janin. EDD nya sekitar bulan September, haiiii...cepet bener ye book. Dokter gak bisa pegang EDD dari HPHT saya yang acakadut, karena kalo dihitung dari HPHT usia janin harusnya 14 minggu sementara bentuknya masih kecil. Trus saya inget pernah dapet flek macam awal-awal haid tanggal 25 Desember, tapi cuma sehari doang besoknya gak keluar-keluar lagi. Nah, berpegang dari situ..EDD menurut dokter jadinya sekitar bulan Oktober..jadi, diperkirakan "kejadian" konsepsi berlangsung pada bulan Desember (err, bulan itu kan saya lagi liburan 2 minggu di malang ya? make sense.)

Terus saya sempet nanyain soal nursing while pregnant, kata dr Indri selama gak ada riwayat keguguran boleh silakan diteruskan menyusui Arraf, batasnya 'alarm' tubuh kita sendiri. Alarmnya apa, nanti juga bakal kerasa dari kedua belah pihak kapan sama-sama harus berhenti. Cukup senang denger statement tsb, karena artinya Arraf masih dapat menerima haknya, saya yakin Allah sudah mengatur semuanya sedemikian rupa sehingga gak bakal ada yang dirugikan atau dapat perlakuan tidak adil.

Keluar dari ruang praktek ayah senyum-senyum sendiri, cium-cium Arraf dan saya gantian. Sejujurnya saya luar biasa terharu liat Arraf, karena mulai saat ini ada pe-er tambahan yang harus kami ajarkan ke dia. Be tough, boy...we loves you more :* 

Feb 22, 2012

Dua Garis

image from etopic.co.uk
So, this is it...??
Errrr....speechless. Gak percaya deh.
Kok bisa? 

Ya bisa aja..
Kan saya udah telat menstruasi 3 bulan. 
Agustus baru dapet lagi setelah melahirkan, Sept gak keluar, Okt-Nov keluar, Desember-Januari gak keluar lagi. Feb, entah deh... 
Selama ini pede gak hamil karena mungkin siklus menstruasinya masih belum stabil, trus gak ada gejala aneh-aneh dan gak feeling hamil, jadi tenang-tenang aja..

Kecuali mual, dirasakan sejak sebulan yang lalu. Kirain karena masuk angin aja karena dari pagi udah sibuk urus Arraf belum sempet sarapan.

Emang gak KB?
Saya KB kok, tapi cuma sampe 6 bulan..hehe (padahal masih asix, udah ribut KB) 
Kesini-sininya sering lupa beli pil lagi, jadi bolong... (harusnya pil itu nyetok) 
Pleus, diledekin temen "ngapain sih minum pil tiap hari, kan ketemu suami juga gak tiap hari.."
Jadi sebel deh... 

Namanya juga orang menikah ya...
Subhanallah...kun fayakun.
Belum berani cek ke dokter, nunggu ayah pulang...
Belum berani cerita banyak juga ke temen-temen, selain belum yakin, malu euy...pasti diledekin
Most of all, belum siap (baca: berencana) punya anak lagi sebenernyaaa... T__T

Niatnya kan masih 2-3 tahun lagi...

Bismillah, semoga semuanya dimudahkan. 

Cake Labu Kuning

Bolu ini teksturnya cukup padat, gak ringan berongga kaya bolu biasanya. Jadi makan 2 slice pun kenyang buat sarapan. Tapi lembut lumer di mulut kok, dan kalo labu parangnya udah mateng,gulanya bisa dikurangi karena udah maniiiss banget alami sama labunya.


Bahan-bahan 
400gr labu parang 
300gr tepung terigu all purpose 
6 butir telur 
200gr margarine, lelehkan 
1/4 sdt baking powder 
1/4 sdt vanilli 
250gr gula pasir 
100gr kismis

Cara membuat 
Potong-potong dadu labu kemudian kukus, setelah matang haluskan. Sisihkan.
Kocok gula, vanilli dengan telur sampai kental dan mengembang 
Tambahkan margarine perlahan-lahan 
Masukan terigu, baking powder, kemudian labu. Aduk lagi hingga rata. 

Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarine di seluruh sisinya. 
Taburkan kismis cincang
Panaskan di oven 140 derajat selama kurleb 45 menit. 

Feb 18, 2012

Terapi Hormon

Setelah diketahui kondisi testis Arraf yang belum turun di umur 8 bulan, dokter menyarankan kami nunggu sampai setidaknya umur 12 bulan karena masih ada kemungkinan dia turun sendiri tanpa intervensi dari luar.

Oke, saya ulang ya. Undescended Testicles atau Cryptorchidism artinya salah satu atau kedua testis belum turun ke dalam scrotum. jadi, saat masih di dalam kandungan, testis janin laki-laki berada di sekitar perut, setelah lahir akan turun melalui suatu saluran yang dinamakan inguinal canalis, hingga masuk ke dalam kantungnya, yang dinamakan scrotum. 3 dari 10 bayi punya kemungkinan mengalami hal ini, tapi bukan penyakit, bukan pula kecacatan. Penyebab kasus begini, secara medis pun belum diketahui faktornya, hanya defisiensi testosteron pada saat dalam kandungan yang bisa jadi penjelasan, itupun gak ada yang bisa dilakukan ibunya untuk menambah volume testosteron pada janinnya karena hormon sejatinya dihasilkan oleh tubuhnya sendiri. Kalo Arraf dibilang prematur, enggak banget, dia lahir 39w. BBLR mungkin juga, tapi 2.7 kg masih di atas normal. Well...

"Undescended testis (UDT) atau cryptorchidism adalah kelainan kongenital tersering
yang ditemukan pada anak laki-laki. Predisposisi terjadinya UDT adalah prematuritas, berat
bayi lahir rendah, kecil masa kehamilan, kehamilan kembar dan penggunakan estrogen pada
trimester pertama. UDT dapat turun spontan ke testis dan yang tidak turun memerlukan bantuan
tindakan medis. Kegagalan menurunkan testis dapat berakibat infertilitas dan keganasan sel
germinal. Penatalaksanaan UDT menggunakan hormon hCG dan bila gagal dilanjutkan dengan
pembedahan. Tindakan pembedahan meliputi mobilisasi testis dan pembuluh darah, ligasi
kantong hernia dan fiksasi kuat testis pada skrotum. Komplikasi yang paling sering terjadi
adalah posisi testis tidak sempurna."


Firdaoessaleh. Diagnosis dan Penatalaksanaan Undescended Testis. Maj Kedokt Indon, Volum: 57, Nomor: 1, Januari 2007.

Selama masa tunggu itu, gak ada yang bisa kami lakukan selain observasi testisnya, biasanya kalo lagi tidur suka teraba 'bola-bola' nya ada di saluran turun, kadang hilang lagi. Tapi gak khawatir, karena sesuai hasil USG segera setelah diagnosa didapat, testis Arraf dua-duanya ada, berukuran normal, dan berada pada saluran yang tepat, tinggal tunggu waktunya aja dia turun ke kantung skrotum.

Sampai akhirnya Arraf 12 bulan, testisnya belum juga turun. Apabila setelah 1 tahun belum turun juga, maka dilakukan intervensi medis untuk merangsangnya turun. Tindakan pertama, yaitu terapi dengan hormon Human ChorionicGonadotropin (hCG), hormon ini yang akan merangsang sel pada tubuh memproduksi hormon testosteron. Proses terapinya melalui injeksi, sekian dosis hCG disuntikkan ke paha dengan frekuensi 2x seminggu, selama 9-12 kali terapi. 

Arraf mulai terapi di umur 14 bulan, konsultasi dan terapi dilakukan sama dokter spesialis endokrin anak, dr Diet Sadiah R, SpA (K) di RSIA Hermina Pasteur. Hormon hCG yang dipake buat terapi ini mereknya Pregnyl 1500. Sebelum terapi, saya cari tau dulu efek samping atau kejadian pasca terapi yang kerap terjadi pada anak-anak kasus serupa, termasuk efek samping dari merek tsb. Gak ada laporan hal-hal yang mengkhawatirkan, bahkan gak seperti imunisasi yang berefek demam, bentol, dsb, terapi hormon ini efeknya cuma ke sasaran yang dituju aja. 

Terapi yang ke 1 dan ke 2, scrotum belum terisi sama testis, masih kempes seperti sebelumnya. Cuma kok, belakangan ini Arraf tidur malamnya sering keganggu, guling-guling merengek tapi masih merem, dan frekuentatif dalam sekian jam tiap malam. Lumayan gempor juga karena bolak-balik nyusuin, tepuk-tepuk, baru juga merem udah ahak ihik lagi. Ngobrol sama ayah (sebagai laki-laki), katanya mungkin obatnya sedang bekerja pada tubuh, jadi Arraf agak kesakitan. Pada beberapa kondisi, testis laki-laki dewasa pun sering naik turun, penyebabnya bisa kecapean atau habis olahraga dan saat kembali turun rasanya sakit banget. Kenapa siang baik-baik aja, tapi malem kaya gitu? entahlah..katanya memang suka kejadiannya kalo lagi istirahat tidur. Salah satu kemungkinan lain efek samping yang saya baca di beberapa literatur, adalah gangguan emosional, ya mungkin kalo Arraf jadi gangguan tidur. 

Setelah terapi ke 4, mulai terlihat perubahan yang signifikan, kantungnya mulai menggantung berisi baik pagi bangun tidur, siang pas lagi banyak aktivitas atau malam pas lagi tidur. Dokter bilang cukup 2x lagi aja terapinya untuk mematenkan. Haduuu, Alhamdulillah banget semuanya dimudahkan. Kekhawatiran terapi gagal dan harus operasi jelas udah kebayang dari awalnya, udah siap-siap dananya juga, tapi meskipun gitu optimis sama hasil terapi karena chancenya memang 70% berhasil ditangani cukup dengan terapi hormon asal dilakukan sejak dini.

Minggu ini Arraf selesai terapi ke 6 kali. Lama-lama dia juga hafal sama kondisi rumah sakit, di ruang tunggu sih masih semangat ngetok-ngetok pintu kamar praktek, begitu masuk liat dokternya langsung teriak ngacir balik lagi. Tapi yah, iming-iming nenen selalu jadi the best cure habis nangis disuntik. Nangisnya juga standar sih pas 'cus' aja, seudah dicabut ya langsung berhenti. Selesai sudah kekhawatiran kami sebagai orang tua, at least satu pe-er tertangani dengan baik. Satu bulan dari sekarang harus kontrol lagi buat lihat kondisinya, mudah-mudahan testisnya nggak naik lagi. Dadah-dadah sama dr Diet, karena satu bulan lagi bakal ketemu dokter endokrin lain di Hermina Malang. 

Biaya untuk sekali pertemuan di Hermina Rp 417.000, meliputi jasa tindakan, harga obat, alat medis dan jasa konsultasi dokter. Biaya dokternya sendiri di poli eksekutif 165rb, sedangkan harga obat 230rb. Mahal ya? kalo 10 kali terapi aja udah hampir 5 juta nih o_O

Dua kali terapi di Hermina, kerasa banget lumayan berat kalo mesti ke Pasteur 2x seminggu cuma buat ke RS doang. Perjalanannya aja 3 jam bolak-balik, padahal tindakan di RS nya gak nyampe 30 menit. Ternyata dr Diet praktek juga di RS Al Islam, ih deket banget dari rumah cuma 15 menit. Jadi, sisa appointment terapi Arraf diselesaikan di Al Islam, dengan dokter yang sama. Surprisingly, harga Pregnyl di sana juga sedikit lebih murah, 200rb dan...jengjeeeeng, biaya dokter 40rb+pendaftaran 20rb. Total biaya terapi di sana Rp 260 ribu aja!!! Udah mah ongkos jauh lebih murah, sekali naik angkot, tindakan sama, biaya setengahnya pula dari Hermina...efisien segala-gala deh *kecup dompet*. 

Feb 13, 2012

Flash Oatmeal Pancake

Specialities dari dapur saya adalah makanan sederhana dan gampang, haha. Gak perlu keterampilan kuliner khusus buat masak, cukup browsing isi kulkas lalu browsing cepat resep random. Voila! gak heran kalo rasanya pun sederhana aja, hihihi yang penting dapur tetap mengepul (sama asap kompor) dan mulut tetap mengunyah.

Yang pertama diperlukan dalam membuat pancake adalah pan-nya itu sendiri, adalah wajan dengan wadah bulat-bulat berdiameter kurleb 5cm. Satu pan isinya ada 9 bulatan, bentuknya double pan. Punya saya mereknya udah terkikis, mungkin merek kitchen-ware ada banyak ngeluarin ini. Penampakannya sekalian di google juga deh.



Bahan-bahan :
2 sdm oatmeal
2 sdm tepung beras
1 butir telur
50ml susu UHT
1 sdm gula tepung atau lebih
1 sdt baking powder

Cara membuat :
Blender halus oatmeal hingga menyerupai tepung, kalo gak diblender bisa dihaluskan saja pakai sendok.
Campur oatmeal, tepung beras, gula tepung dan baking powder dalam satu wadah.
Kocok telur dengan susu hingga merata, campurkan ke dalam adonan kering oatmeal.
Aduk-aduk hingga tercampur semuanya, pastikan adonan cukup kental, jika terlalu kental bisa ditambahkan lagi susu sesuai selera.

Panaskan pan, olesi dengan margarine hingga cukup panas. Tuang adonan satu per satu ke dalam lingkaran. Ketika adonan setengah matang, taburi keju parut di atasnya. Jika ingin matang merata, bolak-balik adonan hingga berwarna kuning kecoklatan (punya saya, kejunya jadi agak gosong :D)

Jadi. Makan berdua bareng Arraf sambil nonton tv. Gak nyampe setengah jam perut sudah terisi, kenyang dan bahagia. Hehe.

Nu Hobby

Beberapa kegiatan Arraf (14m) yang disukainya akhir-akhir ini...

nyapu lantai
ngerecokin tantenya main komputer
naik odong-odong
minta cuci tangan sehabis makan 

Hari Pertama

Ini puasa hari pertama kami. Dimulai dari sahur yang mepet karena tidur kemalaman dengan menu seadanya.  Puasa itu sederhana, nak. Menaha...