Pages

Our Wisata Agro Wonosari on TUM

Wisata Agro Wonosari – Malang



Selain Batu, Malang juga punya objek wisata alam di wilayah utara yang terletak 6 km dari Lawang atau 80 km selatan kota Surabaya.
Lokasi wisata Agro Wonosari adalah sebuah kawasan perkebunan teh yang terletak pada ketinggian antara 950-1.250km. Di sini kita dapat melihat hamparan kebun teh berlatar belakang Gunung Arjuna, semilir angin segar pegunungan ditambah aroma khas dedaunan teh menambah suasana menyatu dengan alam. Cocok sekali untuk wisata alam bersama keluarga atau sekadar jalan-jalan di minggu pagi.
Harga tiket masuk yang dikenakan untuk masuk tempat wisata ini hanya Rp8.000,- per orang untuk hari kerja, sedangkan untuk hari Minggu/libur dikenakan tarif Rp11.000,- per orang. Kalau mau sekalian berenang di kolam air hangat, tarif kolam renang hari biasa Rp8.000,- dan tarif hari libur Rp12.000,- Cukup murah, bukan?
Karena saat itu kami pergi dadakan, hanya ingin jalan-jalan pagi,  jadi tidak bawa perlengkapan apa-apa untuk berenang. Gantinya, kami berjalan- jalan di sepanjang jalur kebun teh, lihat kebun binatang mini (minizoo), taman bunga, dan green house bunga anggrek.
Jika ingin menyusuri jalur kebun teh tapi tidak ingin capek, tersedia juga kereta untuk berkeliling. Tarifnya Rp3.000,-/orang. Pemandangan daun-daun teh di kiri-kanan sangat menyejukkan mata, ingin rasanya lompat berguling-guling di hamparan hijau kebun teh yang tampak seperti permadani itu.

Tidak ingin naik kereta, bisa juga dengan berkuda, biasanya kita akan ditawari tarif Rp20.000,- sampai Rp25.000,- per orang, tapi kalau jeli, bisa ditawar separuhnya. Sayangnya Arraf masih terlalu kecil, naik sepeda saja belum bisa, jadi kami tidak jadi mengajak dia naik kuda. Padahal sepertinya seru juga berkeliling naik kuda.
Wisata Agro Wonosari juga menyediakan berbagai paket outbound, paket kunjungan/tur dan liburan anak sekolah dengan harga paket yang tidak mahal. Paketnya sudah termasuk tur kebun, pabrik teh, minum teh, makan siang, main di playground dan petik teh sendiri untuk dibawa pulang. Selain itu, di sini juga tersedia tempat penginapan yang terdiri dari wisma-wisma dengan berbagai fasilitasnya.
Setelah puas berkeliling dan bermain, kami beristirahat sambil minum teh di Rolas Tea House. Harga secangkir teh hitam tubruk Rp3.000,- sedangkan secangkir teh putih tubruk Rp6.000,-. Jenis teh putih ini memang paling mahal, karena diproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding jenis lain. Pada prosesnya pun, teh putih tidak mengalami oksidasi serta sewaktu belum dipetik, pucuknya dilindungi dari sinar Matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil, tujuannya untuk menambah kadar antioksidan dibanding jenis teh lainnya. Setidaknya, begitulah pengetahuan yang saya dapat hasil mengobrol dengan sesama pecinta teh.
Tidak lupa sebelum pulang, kami sempatkan beli dua pack teh celup ‘Rolas’ aroma original dan aroma vanila untuk persediaan di rumah. Satu pack isi 25 kantung  berkisar di harga Rp3.500,- sampai Rp4.000,- saja.
Satu poin positif yang saya lihat dari tempat wisata ini adalah kebersihannya. Tidak seperti tempat wisata alam yang sering kali kurang diperhatikan kebersihannya, di sini hampir saya tidak menemukan tumpukan sampah di sudut-sudut tempat. Satu-dua sampah kecil seperti sedotan atau bungkus permen masih wajar, tapi baik di kolam ikan atau di taman bisa dibilang sangat bersih, jadi kita bisa duduk-duduk di mana saja untuk sekadar selonjoran sambil cemal-cemil.
Tidak terasa sudah tiga jam menikmati suasana alam, saatnya kembali turun ke kota untuk cari makan siang kemudian pulang.

2 comments:

 

Blog Template by BloggerCandy.com