Pages

Terapi Hormon

Setelah diketahui kondisi testis Arraf yang belum turun di umur 8 bulan, dokter menyarankan kami nunggu sampai setidaknya umur 12 bulan karena masih ada kemungkinan dia turun sendiri tanpa intervensi dari luar.

Oke, saya ulang ya. Undescended Testicles atau Cryptorchidism artinya salah satu atau kedua testis belum turun ke dalam scrotum. jadi, saat masih di dalam kandungan, testis janin laki-laki berada di sekitar perut, setelah lahir akan turun melalui suatu saluran yang dinamakan inguinal canalis, hingga masuk ke dalam kantungnya, yang dinamakan scrotum. 3 dari 10 bayi punya kemungkinan mengalami hal ini, tapi bukan penyakit, bukan pula kecacatan. Penyebab kasus begini, secara medis pun belum diketahui faktornya, hanya defisiensi testosteron pada saat dalam kandungan yang bisa jadi penjelasan, itupun gak ada yang bisa dilakukan ibunya untuk menambah volume testosteron pada janinnya karena hormon sejatinya dihasilkan oleh tubuhnya sendiri. Kalo Arraf dibilang prematur, enggak banget, dia lahir 39w. BBLR mungkin juga, tapi 2.7 kg masih di atas normal. Well...

"Undescended testis (UDT) atau cryptorchidism adalah kelainan kongenital tersering
yang ditemukan pada anak laki-laki. Predisposisi terjadinya UDT adalah prematuritas, berat
bayi lahir rendah, kecil masa kehamilan, kehamilan kembar dan penggunakan estrogen pada
trimester pertama. UDT dapat turun spontan ke testis dan yang tidak turun memerlukan bantuan
tindakan medis. Kegagalan menurunkan testis dapat berakibat infertilitas dan keganasan sel
germinal. Penatalaksanaan UDT menggunakan hormon hCG dan bila gagal dilanjutkan dengan
pembedahan. Tindakan pembedahan meliputi mobilisasi testis dan pembuluh darah, ligasi
kantong hernia dan fiksasi kuat testis pada skrotum. Komplikasi yang paling sering terjadi
adalah posisi testis tidak sempurna."


Firdaoessaleh. Diagnosis dan Penatalaksanaan Undescended Testis. Maj Kedokt Indon, Volum: 57, Nomor: 1, Januari 2007.

Selama masa tunggu itu, gak ada yang bisa kami lakukan selain observasi testisnya, biasanya kalo lagi tidur suka teraba 'bola-bola' nya ada di saluran turun, kadang hilang lagi. Tapi gak khawatir, karena sesuai hasil USG segera setelah diagnosa didapat, testis Arraf dua-duanya ada, berukuran normal, dan berada pada saluran yang tepat, tinggal tunggu waktunya aja dia turun ke kantung skrotum.

Sampai akhirnya Arraf 12 bulan, testisnya belum juga turun. Apabila setelah 1 tahun belum turun juga, maka dilakukan intervensi medis untuk merangsangnya turun. Tindakan pertama, yaitu terapi dengan hormon Human ChorionicGonadotropin (hCG), hormon ini yang akan merangsang sel pada tubuh memproduksi hormon testosteron. Proses terapinya melalui injeksi, sekian dosis hCG disuntikkan ke paha dengan frekuensi 2x seminggu, selama 9-12 kali terapi. 

Arraf mulai terapi di umur 14 bulan, konsultasi dan terapi dilakukan sama dokter spesialis endokrin anak, dr Diet Sadiah R, SpA (K) di RSIA Hermina Pasteur. Hormon hCG yang dipake buat terapi ini mereknya Pregnyl 1500. Sebelum terapi, saya cari tau dulu efek samping atau kejadian pasca terapi yang kerap terjadi pada anak-anak kasus serupa, termasuk efek samping dari merek tsb. Gak ada laporan hal-hal yang mengkhawatirkan, bahkan gak seperti imunisasi yang berefek demam, bentol, dsb, terapi hormon ini efeknya cuma ke sasaran yang dituju aja. 

Terapi yang ke 1 dan ke 2, scrotum belum terisi sama testis, masih kempes seperti sebelumnya. Cuma kok, belakangan ini Arraf tidur malamnya sering keganggu, guling-guling merengek tapi masih merem, dan frekuentatif dalam sekian jam tiap malam. Lumayan gempor juga karena bolak-balik nyusuin, tepuk-tepuk, baru juga merem udah ahak ihik lagi. Ngobrol sama ayah (sebagai laki-laki), katanya mungkin obatnya sedang bekerja pada tubuh, jadi Arraf agak kesakitan. Pada beberapa kondisi, testis laki-laki dewasa pun sering naik turun, penyebabnya bisa kecapean atau habis olahraga dan saat kembali turun rasanya sakit banget. Kenapa siang baik-baik aja, tapi malem kaya gitu? entahlah..katanya memang suka kejadiannya kalo lagi istirahat tidur. Salah satu kemungkinan lain efek samping yang saya baca di beberapa literatur, adalah gangguan emosional, ya mungkin kalo Arraf jadi gangguan tidur. 

Setelah terapi ke 4, mulai terlihat perubahan yang signifikan, kantungnya mulai menggantung berisi baik pagi bangun tidur, siang pas lagi banyak aktivitas atau malam pas lagi tidur. Dokter bilang cukup 2x lagi aja terapinya untuk mematenkan. Haduuu, Alhamdulillah banget semuanya dimudahkan. Kekhawatiran terapi gagal dan harus operasi jelas udah kebayang dari awalnya, udah siap-siap dananya juga, tapi meskipun gitu optimis sama hasil terapi karena chancenya memang 70% berhasil ditangani cukup dengan terapi hormon asal dilakukan sejak dini.

Minggu ini Arraf selesai terapi ke 6 kali. Lama-lama dia juga hafal sama kondisi rumah sakit, di ruang tunggu sih masih semangat ngetok-ngetok pintu kamar praktek, begitu masuk liat dokternya langsung teriak ngacir balik lagi. Tapi yah, iming-iming nenen selalu jadi the best cure habis nangis disuntik. Nangisnya juga standar sih pas 'cus' aja, seudah dicabut ya langsung berhenti. Selesai sudah kekhawatiran kami sebagai orang tua, at least satu pe-er tertangani dengan baik. Satu bulan dari sekarang harus kontrol lagi buat lihat kondisinya, mudah-mudahan testisnya nggak naik lagi. Dadah-dadah sama dr Diet, karena satu bulan lagi bakal ketemu dokter endokrin lain di Hermina Malang. 

Biaya untuk sekali pertemuan di Hermina Rp 417.000, meliputi jasa tindakan, harga obat, alat medis dan jasa konsultasi dokter. Biaya dokternya sendiri di poli eksekutif 165rb, sedangkan harga obat 230rb. Mahal ya? kalo 10 kali terapi aja udah hampir 5 juta nih o_O

Dua kali terapi di Hermina, kerasa banget lumayan berat kalo mesti ke Pasteur 2x seminggu cuma buat ke RS doang. Perjalanannya aja 3 jam bolak-balik, padahal tindakan di RS nya gak nyampe 30 menit. Ternyata dr Diet praktek juga di RS Al Islam, ih deket banget dari rumah cuma 15 menit. Jadi, sisa appointment terapi Arraf diselesaikan di Al Islam, dengan dokter yang sama. Surprisingly, harga Pregnyl di sana juga sedikit lebih murah, 200rb dan...jengjeeeeng, biaya dokter 40rb+pendaftaran 20rb. Total biaya terapi di sana Rp 260 ribu aja!!! Udah mah ongkos jauh lebih murah, sekali naik angkot, tindakan sama, biaya setengahnya pula dari Hermina...efisien segala-gala deh *kecup dompet*. 

18 comments:

  1. nah,jangan2 ini sama ky tetanggaku.baru aja kemaren anaknya 3thnan oprasi.katanya testisnya ilang,jd dioprasi dicari2 di perut.trs akhirnya diiket biar ga lari2.

    oo jd klo ketauan lebih dini bs terapi hormon aja ya?sukur deh arraf cepet ditangani,drpd oprasi ya.

    tfs ya rel ;)

    ReplyDelete
  2. Hah? ngeri amaaat diiket-iket segala. Mungkin kalo udah 3th gitu ada penyebab khususya ya kenapa bisa naik lagi..

    Iya tindakan lebih cepat lebih baik krn kalo dr bayi cuma tinggal dirangsang aja.

    ReplyDelete
  3. iya soalnya takut klo anaknya banyak tingkah bisa naik2 lg.nah padahal anak segitu mana bisa diem.trus katanya masih bisa naik turun ini sampe umur 10th.

    ReplyDelete
  4. halo mba, baru sekali bertandang, tertarik dgn blog post nya.

    anak aq kebetulan BBLR, nah ini diagnosis pertama tahunya testisnya ga turun dari mana ya mba.

    ga pernah merhatiin jg si.. skrg udh 17 bulan anakku

    tq

    ReplyDelete
  5. hai mbak Hime..
    kalo anak saya ketahuannya sama dokter waktu kontrol. Secara fisik harusnya keliatan kok,scortum harusnya menggantung terisi testis..coba aja dipegang, ada bolanya nggak, klo ga kebayang coba sama ayahnya diperiksa :)

    ReplyDelete
  6. Halo Mbak.. Kebetulan anak saya juga testis sebelah kanannya blm turun. Letaknya Di Atas skotrum. Skr usianya 1 thn 3 bulan. Skr aku Bingung mau terapi hormon hcg ato dilakukan tindakan bedah. Gimana anak Mbak Skr? Apakah berhasil dengan terapi hormon? Terima kasih Atas jawabannya

    ReplyDelete
  7. Mommy G,anak sy testisnya sudah berhasil turun lewat terapi hormon. Klo menurut dsa saya,terapi bs dilakukan asal di bawah 18bln. Untuk tahu tindakan apa yg harus diambil,baiknya konsul ke dsa endokrin,nanti dokter akan menyarankan USG u/ tahu letak pasti testisnya krn posisi jg menentukan tindakan.. Semakin dekat ke scrotum,semakin besar chance terapi berhasil. Hth ya.

    ReplyDelete
  8. makasih y mba... semalem lgsg di cek ayahnya :)

    ReplyDelete
  9. Kalau Boleh tau, anaknya Mbak terapi hormon Dgn Dokter Apa yah? Beliau praktek Dimana? Pada kasus anakku Sudah Di usg Dan testis kanan ditemukan tidak jauh dari kantongnya. Sedangkan testis kiri normal Di kantongnya. Pada kasus anak Mbak unilateral undescended testis yah? Klo pada anakku bilateral undescended testis ( hanya sebelah kanan yg tdk turun). Aku Sudah konsul Dgn prof dr Jose batubara ahli endokrin. Beliau memberikan 2 pilihan Dgn terapi hormon ato Dgn tindakan bedah. Aku msh Ragu Apakah terapi hormon bs berhasil mengingat USIA anakku Skr 15 bulan. Terima kasih Mbak Atas jawabannya

    ReplyDelete
  10. mommy G, aku lokasi di Bdg..kontrolnya ke dr Diet Sadiah di Hermina. Kebalik kali ya,anak sy bilateral,anak mbak unilateral kan?

    Usia anak sy juga 14bln mulai diterapi,klo menurut sy coba terapi dulu saja anaknya mbak..krn usia masih kecil dan letak testis juga sudah dekat,tingkat keberhasilannya masih besar.

    Atau mau cr second opinion? Setau sy dr Aman Pulungan jg dsa endokrin di Jkt.

    ReplyDelete
  11. Iya terbalik Mbak, hehehe. Iya aku Ud daftar Di Dokter aman pulungan juga Di rs pondok indah. Aku berharap terapi hormon bs menurunkan testis anakku. Semoga tdk perlu Di operasi. Trima kasih Mbak Atas jawaban2 n pedapat nya :)

    ReplyDelete
  12. mba..bisa minta nomer tlp?saya punya kasus yg mirip..saya br mau periksa ke dr.diet itu.. anak saya 2,5 th blm turun jg 1 testisnya..

    ReplyDelete
  13. Mbak Anonymous, silakan kirim email ke levenons@gmail.com dulu yaaa..maaf gak bisa publish no tlp di sini. Thx :)

    ReplyDelete
  14. saya maryanto dari bandung, mau tanya untuk biaya USG testis berapa dan dimana tempatnya? dokter anak saya menyarankan ke dr bobby di jalan dipati ukur - bandung, disana biayanya sekitar 800 ribu, apakah ada tempat lain yang lebih bagus lagi dan terjangkau harganya? tolong share ke e-mail saya di : "maryanto_s@yahoo.com" terima kasih

    ReplyDelete
  15. Dear bunda Sorella ya betul?hihi...buuun alhamdulillah bgt aku dari tadi nge-mbah google cari info tentang UDT ini huhu...aku jadi parno gegara ada sobat SMA ku dulu sharing klo ada anak tmn kantornya yg UDT dari situ aku amaze ajah baru ngeh ternyata sampe ke hal itu pun musti diperhatiin yaa..anakku 2 hari lagi 9 bln bun. Nahhh aku coba meraba scortum anakku kok kayanya kosong dua"ny?huwaaa...scortumnya itu maaf yaa klo bahasa sundanya murukut buun jadi engga jatuh ke bawah apa ini termasuk gejala UDT bukan ya??nahhh aku cari" deh dsa endokrin di Bdg ternyata ada yaa & alhamdulillah ternyata ada di Al-Islam jg tadi lebih dkt hihi...buun tenkyu bgt yaa info sharingny help a lot. Semoga dr.Dietnya masih praktek di sana ya aamiin. Tenkyuu bgt buun =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak, mohon maaf saya quit lama dari blogger.

      gimana hasil diagnosa si kecil? semoga baik2 aja ya.

      Delete
  16. Mba sorela..aq boleh juga ga minta nomer dsa nya,atau ada dari mommies buat dokter spesialisnya yg ada di jkt,anak saya juga punya problem yg sama dsa nya rujuk ke urologi dan dr urologi blg harus bedah..ngeri sih bayangin baby 6bln dibedah. Tq ya mom

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah saya udah gak nyimpen no tlp dsa dulu...

      coba ke dr.Jose batubara atau dr.Aman pulungan mbak, tempat prakteknya saya kurang update.

      kalo 6bl rasanya msh bisa diterapi yaa klo baby sudah agak besar dikit.

      Delete

 

Blog Template by BloggerCandy.com