Nov 28, 2011

MPASI 11 bulan

Yee...bulan depan nggak bikin lagi review beginian, udah 1th udah table food. Tapi tetep bingung juga sih, se-table-table nya makanan anak, tetep nggak bisa ngikutin makanan aneh-aneh emak bapaknya kan yaah..tetep aja lewatin proses pengolahan sendiri dulu. Fiuuhh *eh kok ngeluh? ya gak masalah kan harusnya?*

Grains and Carbo
Kalo sebelumnya makan nasi icip-icip doang, bulan ini Alhamdulillah, udah full makan nasi biasa. Kesukaannya kalo lagi makan bareng keluarga, Arraf ikutan cukil-cukil nasi pake centong trus dituang ke piring orang dewasa niruin neneknya (padahal nasinya gak kebawa), habis itu dia kobok-kobok panci nasi sambil dicemilin. Lama-lama dia jadi suka nasi, dan sekarang tiap makan tinggal siapin lauknya aja *welcome less rempong!*, nasi kepal hangat jadi favoritnya, diisi ikan, keju atau sayuran.

Sayuran
Mungkin sekarang udah segala jenis sayuran di makan sebagai makanan utama atau cemilan. Sebagai orang Sunda, kami pelahap macam-macam daun, begitu pula yang ditanamkan ke Arraf...hehe. Tapi kangkung belum nih..bingung ngolahnya gimana, daun kangkung kan agak keras.

Sekarang lagi hobi ngemilin wortel sama labu siam kukus, bagus deh nak...

Buah
Sama seperti bulan-bulan sebelumnya, buah potong gigit langsung. Kiwi sudah makan yang hijau, gak ada masalah sama yang asem-asem. Semua udah dicoba, stage selanjutnya adalah berries, dikenalin nanti seudah
1th.

Proteins
Ikan kakap Merah (Red Snapper)
Ini sebenernya dalam rangka pengen ngenalin macem-macem ikan ke Arraf, tapi senemu-nemunya aja yang dalam kuantiti kecil. Kakap merah ini ikan khas Indonesia dan Mexico, negara di mana makanan-makanannyanya penuh bumbu dan kaya rasa. Emang kakap ini rasanya enak banget, gurih, dagingnya juicy dan enak diapa-apain. Sementara ini sih masih diolah kaya ikan-ikan lain aja, dibikin sup, tumis atau kukus. Lebih enak lagi dioles butter, ditetesi lemon, chilli atau rempah-rempah.

*ahh jadi pengen makan kakap asam-manis

Snack
Cemilan lain adalah agar-agar. Agarnya pake Swallow Globe yang plain, karena komposisinya hanya rumput laut saja. Biar ada rasa, saya campur air jeruk atau susu..makannya diserut atau potong langsung, siram susu jadi kaya vla. Berguna lho buat melancarkan pup :)

Ini ada tips makan agar-agar buat balita dari Ayahbunda :

Tip Makan Agar-Agar Untuk Balita
Tekstur kenyal agar-agar sangat menarik indera perasa balita. Namun untuk memberikannya kepada balita, ada aturannya sendiri lho. Selain cara memakannya, Anda juga perlu tahu jenis dan cara mengolah agar-agar.
Selain dimakan begitu saja, agar-agar juga digunakan di banyak olahan makanan, di antaranya pengental sup, puding (jelly), campuran es krim, dan anmitsu (sejenis dessert) di Jepang. Bentuknya pun ada yang bubuk, batangan/serpihan serta kertas. Varian rasanya juga kaya, seperti rasa jeruk, stroberi, leci, mangga, jambu klutuk,  melon, cokelat dan tawar. Saat ini, agar-agar siap makan juga disajikan dengan campuran susu prebiotik sehingga makin sehat saja. Meski demikian, tetap ada aturan makannya lho, Bunda...

•Berikan dalam potongan-potongan kecil agar anak tidak tersedak. Bagi anak di bawah usia 3 tahun sebaiknya dalam bentuk serutan/serpihan.

•Dimakan begitu saja enak, bisa juga dibuat 1001 resep puding, disajikan bersama irisan buah atau vla, dibuat minuman es sarang burung, campuran es buah, atau dibubuhkan saat memasak nasi (agar-agar tawar) untuk mendapat nasi berserat tinggi yang padat dan pulen.

•Kadar gula agar-agar (kecuali rasa tawar) umumnya tinggi, karena itu batasi pemberiannya. Jangan diberikan dekat waktu makan karena bisa merusak selera makan anak.

•Membuat sendiri. Untuk mendapatkan agar-agar yang cukup kenyal perlu 2 sendok teh (agar-agar bubuk) atau 2 sendok makan (agar-agar serpihan) per 600 ml air. Untuk mendapatkan hasil sempurna, biarkan agar-agar 10-15 menit terendam air sebelum dimasak. Memasak agar-agar butuh waktu 5 menit (bubuk), dan 10-15 menit (serpihan). Jangan lupa terus mengaduknya supaya tercampur rata. Simpan agar-agar di kulkas
agar tidak rusak atau tercemar. Agar-agar bisa direbus dan dicairkan ulang jika perlu.

•Membeli jadi (siap dikonsumsi). Pilih produsen bereputasi baik. Pada kemasannya  tercantum kandungan gizi, bahan, zat tambahan (pewarna, pemanis) yang aman dan khusus untuk makanan, dan tanggal kadaluwarsa. Pastikan kemasannya utuh, tidak robek/rusak sehingga tercemar mikro-organisma berbahaya.

•Jangan membeli agar-agar siap makan dari pedagang keliling (disajikan dalam cetakan agar-agar), karena diduga menggunakan pewarna tekstil.

•Tidak semua buah-buahan cocok dimakan bersama agar-agar. Jeruk dan stroberi tercampur dengan baik di agar-agar, namun kiwi tidak. Enzim tertentu pada nanas, pepaya, mangga, dan peach dapat merusak struktur agar-agar. Begitu juga cokelat. Namun ini tidak berlaku jika buah-buahan tersebut diproses terlebih dahulu.

Nov 16, 2011

Milky Way

Sometimes a mother can make more milk than her baby needs. While having too much milk may seem like a good problem to have, the rush of milk from an overfull breast can make feedings stressful and uncomfortable for both mother and baby. Babies can also be very fussy in between feedings when there is too much milk.

Am i making too much milk?

When my baby hasn't started solids, was.

Although pumping can potentially increase your milk production, it is not the best way to increase the milk production in all situations.

When pumping for additional stimulation to increase your milk production, it is recommended that each breast be pumped for at least ten to fifteen minutes, even if there is no milk flowing during some of this time. The amount of milk you pump does not matter at this point; your goal is to stimulate your breasts and tell your body to make more milk than it is making right now.


 

And this is i am now. Udah dua mingguan terakhir ini, hasil pumping segitu-segitu aja, eh bukan..itu masih mending konstan, ini turun naik aja di kisaran 80-120. Sedikit? relatif... Kalo untuk ukuran Arraf yang udah 11 bulan, angka segini harusnya santai..beberapa pumping buddies yang anaknya udah umur 10-11 bulan pas saya mulai gabung abis lahiran, produksinya rata-rata di 100an dan cuman 2x mompa di kantor. Katanya, dua botol @100ml pun udah mencukupi kebutuhan asip anak-anaknya.

Arraf masih minum asip sekitar 800-900ml selama 24 jam. Angka segitu bisa kecapai waktu masih 6-7 bulanan, sekarang dengan frekuensi 6x pumping aja baru dapet 80% dari kebutuhan. Defisit 20% setiap hari, yang mana kian menumpuk berujung pada...stok terakhir ada 17 botol, untuk minum selama Senin-Rabu. Kalo setiap Rabu saya pulang ke Bandung, minimal harus bawa jumlah yang sama yang dihabiskan selama 3 hari itu. Supaya, pas Jumatnya saya pulang lagi ke Bandung bawa hasil perah dua hari (kamis-jumat), digabung dengan sisa stok hari rabu, cukup buat memenuhi senin-rabu minggu depannya. Karena selama weekend hampir dipastikan susah merah, Arraf mau nemplok terus sepanjang hari.

Kenapa Arraf minumnya masih banyak aja? gak mau air putih, maunya asip? mungkin pertanyaan paling tepatnya, "kenapa dikasihnya asip mulu, ya? kan anak bayi belum bisa bilang 'mau susu' "

Well, yes. Challenge #1, membiasakan orang rumah untuk gak sedikit-sedikit kasih asip, merengek dikit asip, rewel dikit asip, habis mandi asip, bangun tidur asip, mau tidur asip (eh ya gapapa sih kalo ngantuk biasanya mau asip dulu sampe teler baru bobo), ya pokoknya terlalu gampang ngasih asip lah..bukannya mau membatasi konsumsi asip ya, tapi seharusnya kan ada jadwal rutinnya kapan aja, misal bangun tidur, habis mandi dan mau tidur. Selebihnya baru deh, kalo di sela-sela itu pingin minum asip baru kasih...tapi bukan ngasih brutal setiap kali minum, minumnya asip gitu. Sayangnya, orang rumah berpendapat "susu mah kasih kapan aja dia mau" iyaaaa, tauuuuu...huuuu

Challenge #2, Arraf masih minum pake botol dot. Hm, klasik ya. Karena bayi itu punya kebutuhan untuk menghisap, maka dia punya kenyamanan tersendiri dengan menghisap dot, jadi berlama-lama dengan dot, menghabiskan asip lebih banyak dari yang dia butuhkan. Sebetulnya, pake dot ini gak pernah jadi masalah saya selama tinggal bareng Arraf, cuma kondisi sekarang ini yang serba mendadak dan dinamis, pe-er ini ya gak dikerjakan, apapun medianya, selama saya masih bisa, yang penting Arraf tetep ng-Asi. Saya juga nggak mau bikin yang ngasuh repot, udah cukup direpotin sama titipan anak, direpotin pula sama nyuapin cairan pake sendok? ahh...kayanya sayang ya, kalo gak sabar itu asip bisa tumpah sia-sia aja sementara saya ngumpulin tetes per tetes dengan peluh *aiih lebaay*

Apa akibatnya? daya hisap Arraf terhadap payudara pun nggak terlalu optimal lagi, payudara tidak terkosongkan secara sempurna, alhasil produksi asi juga menurun. Padahal hisapan bayi itu andalan kalo lagi merasa 'turun', stimulasi cepat dan maksimal nggak tergantikan sama Avent manual sekalipun :D

Challenge #3, harus bikin Arraf suka minum air putih atau jus buah. Yaaah...bukan gak mau, tapi Arraf belum minum air putih banyak-banyak, paling sehabis makan 20ml, setelah itu gelasnya cuma dimain-mainin aja, nggak diminum lagi. Jus buah mau, sedikit. Buah, makan banyak, tapi nggak ngurangin kebutuhan asipnya juga (ini pasti berujung pada teriakan 'dia butuh hisapan, bukan asipnya..' yayaya)

Makan Arraf 3x sehari kok. Sarapan ringan, makan siang berat, makan sore ringan. Plus snack dan buah-buahan. Harusnya kan, kalo Arraf mau minum banyak air putih, seenggaknya rasa hausnya bisa terobati yaa..jadi kenyang sama makan, kenyang sama minum. Baru minum asip kalo butuh nyaman aja, bukan buat minum biasa. Tapi buat Arraf, semua makanan-minuman itu berbeda tingkat kepuasannya dengan minum asip. Ah kasian anak saya, miminya ditahan-tahan. Huhuuu.

Sampe bingung, kurang apalagi sih naak, ibu ngos-ngosan kejar setoran, sayaaaang.... *elus kepala Arraf sambil hipno* Ahh iya, weekend kemarin saya hipno Arraf habis-habisan, "nak, stok asi kita tinggal dikit. Bantuin ibu yaa. Dede makannya yang banyak...bobo yang lamaa...miminya gpp dikit-dikit aja dulu, tapi kenyangnya lama. Nanti kalo ada ibu boleh nenen sebanyak-banyaknya."

Dan dua hari kemudian saya telepon ke rumah, katanya Arraf lagi seneng makan nasi kepal hangat langsung dari panci nasi, susunya nggak mau. Ahhh...kamu memang anugerah luar biasaaaaaa.... :* :* :* 

3 minggu lagi menjelang Arraf 1th, gemes ya...kalo ada UHT lumayan menentramkan hati. Itupuuun belum tentu Arraf mau UHT juga siih. Yaa kalo udah toddler bisa banyak bermain, lupa sama susu, makan banyak, tinggal tunggu ibu dateng boleh nenen banyak.

Sempet kepikiran....dioplos air putih aja apa asipnya..??? apa dioplos UHT??? apa dikit-dikit udah boleh dikenalin UHT aja?? udah 11 bulan ini lah, don't give a damn care sama es satu, es dua, es tiga...in case asip habis, orang rumah gak lantas langsung kepikiran susu-susu lain...

*eh, disclaimer ya..saya bukan mama idealis extrimis yang antipati terhadap susu formula.

Pertimbangan saya simpel aja kok, nanggung. Arraf tinggal selangkah menuju 1th, dan jauh di atas segala kenihilan sebenarnya saya masih bisa mengusahakan asi. Yang mana sebagai komitmen saya dengan Allah, untuk Arraf...saya mau berusaha sampe titik terakhir, dan ini masih jauh pada titik kritis terakhir.

Lagi usaha relaktasi, semoga ilmu hasil pertemuan dengan konselor Laktasi kemarin berguna, atau seenggaknya, mem-boost pede lagi sebagai ibu menyusui. Iya sih, kunci dari semuanya cuma rileks dan sabar. Buat buibu yang punya rasa yang sama, sabar gak ada habisnya ya, bu :)    

Nov 15, 2011

Steam egg mac potato (8m+)

Lagi malas buka oven, akhirnya mengukus sajo..

Bahan :
1 genggam makaroni
1 buah kentang
1 buah kuning telur
Keju cheddar parut

Rebus kentang dan makaroni di panci terpisah, masing-masing sampai empuk
Kupas kulit kentang, lalu parut. Masukkan kentang parut ke dalam pinggan alumunium
Masukkan macaroni di atas lapisan kentang
Siram kuning telur di atas adonan kentang dan macaroni
Tabur keju parut di atasnya
Panggang kira-kira 15 menit

Nov 11, 2011

Idul Adha 1432 H

Pagi-pagi udah bangun duluan, padahal ayah-ibunya baru tidur jam 3 pagi *teler berat*
Mandi bareng ayah (karena ibu sibuk dendong dan siapin ini itu).
Trus pergi ke tempat sholat di lapangan sekolah belakang rumah....


arraf cenghar, ayah muka bantal

Selama sholat ditaro di depan ibu, mama eyang, dan ateu. Merangkak dari ujung ke ujung, teriak-teriak nyamber teriakan anak lain, makan biskuit, gelendotin yang lagi sujud atau narik-narik mukena ibu *kemudian nangis pas tahiyat akhir*


Sambil dengerin ceramah, habis nenen, foto deh sama ibu...

anakku, kamu mulai tidak mirip akuuu
Habis sholat, pergi ke rumah nenek (uyutnya Arraf) buat nyembelih domba di belakang rumah...tapi anaknya mah malaweung ajaaa...seneng liat dombanya doang, disembelihnya mah gak tertarik.

ayah ikutan nyembelih
Sekian lebaran kami...Insya Allah semoga tahun depan Arraf udah bisa berkurban :)

Nov 7, 2011

Gindara Brokoli Saus Keju (9m+)

Nemu ikan gindara beku di supermarket, dan pingin coba variasi masakan ikan selain dipanggang. Yaah walo akhirnya kukus-kukus juga siih....

Bahan :
Ikan gindara fillet
Brokoli
Keju cheddar
Unsalted butter 1 pack 10gr
1 cup susu UHT


Cara membuat :
Fillet ikan dikukus sampai matang, tiriskan.
Brokoli dipotong-potong sesuai kuntumnya, kukus, tiriskan.
Buat saus keju : panaskan butter, masukkan susu perlahan-lahan, aduk, masukkan parutan keju, aduk sampai merata
Campur ikan dengan brokoli di mangkuk, siram saus keju.

Sebelas bulan

At this age, your baby can probably imitate word sounds and inflections. He may be able to follow simple one-step directions, such as "Please bring me the ball" or "Pick up the spoon." Help him learn by separating multistep commands into easy-to-follow single steps, reinforcing them with gestures. -- Baby Center
Alhamdulillah, anak ayah dan ibu udah masuk 11 bulan :)

Belum ditimbang dan diukur panjangnya lagi, belum ada kesempatan...yah, gak rutin bawa Arraf buat kontrol bulanan juga sih, baru ke dokter kalo mau meriksa yang lain-lain..macam ni 11 bulan, gak ada jadwal imunisasi, gak ada sakit juga..mungkin baru bulan depan kontrol 1th sekaligus konsul ke endokrin lagi. Badannya sih melangsing, gak segendut waktu <6 bulan, mungkin tambah tinggi juga ya dan aktivitasnya makin banyak jadi energinya keluar lagi.   






Seperti kutipan Baby Center di atas, Arraf juga babbling-nya mulai jelas, mamam, nenen, dadah, tuh, tah, mama, dede, dan udah tau banget objek yang ditunjuknya itu apa, sekaligus nama objek tsb..kalo ada anak kecil lain lagi ngoceh, dia juga suka ikutan ngejawab pake bahasa bayi.

Udah mulai ngerti juga sama perintah, misal lagi pegang bola trus suruh lempar sini sambil diperagain cara melempar, ya dia berusaha lempar ke arah kita meskipun lemparnya mah sembarang tapi dia tau tujuannya. Kadang kalo lagi pegang sesuatu trus sama kita diambil juga dia lebih insist pertahanin pegangannya makin kenceng atau rebut balik kalo diambil.

Giginya udah ada 6, empat di atas, dua di bawah. Gede-gede. Setelah tumbuh gigi, Arraf malah makin mirip ayahnya, padahal dari bayi sampe ompong masih mirip saya sekarang muka ibu udah ditinggalin, plek plek jiplak muka ayah :')


dede anak ayaaah
 Selera makan masih bagus, makan banyak 3x sehari (sarapan, makan siang, snack) + cemilan macam biskuit, cookies atau roti gandum. Pup udah 2-3x sehari, boros diaper deeehh :p Kebiasaan makan juga berubah, yang tadinya rapi banget disuapin, sekarang udah pengen pegang sendok nyuapin sendiri. Porsi makan ya jelas lah bertambah, tapi porsi nyusu juga nggak berkurang, masih kisaran 800-900ml/hari. Meskipun begitu, konsumsi air putih tetep seret..gak nyampe 20ml/harinya.


Beberapa anak lain mungkin udah mulai berdiri dan jalan sendiri di usia segini, tapi Arraf belum. Merayap dan merangkaknya sih tambah cepet, gak dalam hitungan menit udah pindah dari satu sandaran ke sandaran lain, pokoknya tiap ada barang yang bisa jadi pegangan ya dipanjatin, termasuk perosotan, dipanjatin dari bawah ke atas. Turun kasur setinggi badannya juga udah bisa, kaki duluan dan ngejejaknya udah ajeg. Bisa diberdiriin tanpa pegangan, tapi begitu sadar ambruk lagi. Arraf pun hobi dorong-dorong bangku atau galon, nah..pas gini dia lancar banget ngelangkahnya, tapi pas disuruh jalan sendiri malah mengkeret. Sempet 1-2 langkah sadar, kemudian merangkak lagiii..    


Heee ya gak apa-apa deh, sabar aja ya, nak...semua proses kok..nanti juga bisa jalan sendiri :)
Kalo anaknya tumbuh sehat dan normal itu, luar biasa senengnya ya..melebihi segalanya. Truly happiness. 

Nov 1, 2011

MPASI 10 bulan

Hasiiikk, update lagi makanan yang udah masuk ke perut Arraf selama 10 bulan kemarin. Bulan ini lumayan banyak bahan baru yang masuk, walau tetep aja saya masih cemen ngasih yang menantang-menantang, bukannya apa-apa..karena Arraf nggak 24/7 sama saya, as simple as that ...jadinya petualangan MPASI Arraf tentu nggak melanglangbuana, pembenaran yang bisa jadi alasan: masih ngandelin ASI sebagai kebutuhan utama <1th :)

Buah

Anggur 
Anggur inii...somehow meragukan. Karena ada yang bilang bagus dan tidak bagus, due to safety issue..iya sih, takut bikin tersedak.. Tapi yang pasti, anggur ini mengandung banyak antioksidan, terutama yang warnanya gelap (semakin gelap, semakin tinggi kandungannya!) Biasanya, agar lebih aman, kulit anggur dikupas dulu, dikeluarkan bijinya, trus dipotekin kecil-kecil buat dikunyah...tantangannya di mana? kandungan antioksidannya ternyata ada pada kulitnya! ya piye? by the time we'll learn lah...awal-awal nggak apa-apa dikupasin dulu, dagingnya juga ngandung vit A tinggi kok. Kalo udah gedean baru deh, kasih anggur utuh, yang seedless.

Saya udah pernah kasih anggur red globe, king dan black autumn seedless. Gak kuat cyiin...mehoong...sekilo 50rb :((

Semangka
Maju mundur mau ngenalin semangka dari bulan lalu, soalnya semangka suka bikin batuk, apalagi isu-isu ada semangka suntikan biar warnanya merah merona dan gendut. Haiisssh. Akhirnya diawali dengan bawa Arraf ke kondangan di mana nggak ada makanan yang bisa dia makan, jadi saya suapin buah potong aja salah satunya semangka. Langsung gigit dan kunyah, gak pake lama langsung ditelen kok..percobaan pertama sukses ngabisin 4 potong. Pastikan seedless deh, biarpun biji putih lunak itu gak apa-apa, tapi mendingan nggak usah diikutsertakan juga.

Proteins

Ikan gindara 
Yay, akhirnya nyoba jenis ikan lain. Gindara, atau bahasa Inggrisnya black cod, salah satu jenis ikan berdaging putih yang direkomendasikan buat pengenalan pertama. Susah juga nyari ikan ini, kebetulan nemu di Riau Junction, satu pack beku isi 2 fillet, nggak terlalu mahal..biasanya saya sering denger gindara ini buat isinya sushi atau ya di masakan jepang gitu. Rasa dagingnya sih hambar yaa, nggak tau deh kalo dimasak pake bumbu lengkap, tapi dari segi aroma dan gurih masih lebih enak tuna... Saya masak gindara brokoli saus keju, enyaaakk...

Ikan teri medan 
Bukan teri medan asin loh yaaah...hati-hati buibu. Ikan teri, atau bilis, atau anchovy, mengandung kalsium tinggi meskipun ukuran ikan ini kerempeng kaya kurang gizi.

Humm, nggak tau caranya ngebedain teri kering (asin) sama teri basah. Pokoknya tanya-tanya di pasar atau cari di spm yang nggak ada tulisan "asin" nya. Ada teri medan, ada teri nasi, teri nasi lebih kecil-kecil...tapi yang saya pake teri medan..ah yah, gitu deh...gak gitu ngerti juga sih, jadi bingung jelasinnya *oke, nanti buat PR di postingan lebih lanjut ya*

Masak teri gampang banget, langsung cemplung barengan beras di dalem SC. Atau ikutan dikukus bareng telur sama tempe. As simple as that, gak perlu pake resep lah yaaahh..

Sayuran


Jamur
Jamur ini masuk mana? sayur kan? saya pake jamur champignon, alias jamur kancing yang gede-gede kaya gini, yang tumbuhnya di atas kapas, bukan kayu.

Rasanya sih masih gagal masak ini, soalnya masih kenyal-kenyal nempel di gigi Arraf dan agak sulit juga dihancurkan pake sendok jadi lain kali mungkin masaknya dicincang halus dulu.

Ah iya, ada penjelasan bagus tentang treatment jamur kancing ini, salah satunya jangan dibilas di air untuk menghindari penyerapan berlebihan, trus jangan dulu dikasih garam sampe masaknya selesai untuk menjaga kelembapan konten si jamur ini. Cara masak terbaiknya, tentu saja dipanggang di oven selama 15 menit sampe warnanya kecoklatan *gak kebayang ada jamur panggang, taunya jamur krispi*

Kacang-kacangan

Tempe
Tempe, nggak tahu ada padanannya nggak ya di dictionary makanan internasional. Yang jelas tempe salah satu konten lokal terbaik di Indonesia. Kandungan proteinnya tinggi, baik segala macam lah. Pilihan tempe? gak ada...setahu saya sih semakin banyak raginya, semakin baik kualitasnya..paling suka megang-megangin tempe yang dibungkus daun pisang di pasar, suka agak anget-anget gitu bikin pengen gigit.

Masak tempe buat bayi gak susah, iris-iris, cincang, kukus, hancurkan! Dicampur deh sama nasi tim, teri, dan kacang polong....one dish nutritious meal :D

Kacang Polong  
Nah..ini salah satu challenge yang sering dihindari dari kemarin-kemarin. Padahal semangkuk kacang polong lebih tinggi kandungan kalsium, zat besi dan vit A dan C dibanding satu sendok kacang tanah. Selama ini bingung masaknya, terlebih lagi ada kulitnya yang bikin rempong mesti mitesin satu-satu, sampe terdengar kabar bahwa kacang polong cukup dikukus/direbus sampe lunak lalu dimashed. Tapi kalo mau bikin puree kacang polong, mesti ngerebus berapa biji kacang polong buat jadi semangkuk puree porsi 10 bulan-nya Arraf?

Ya akhirnya dimasak juga sih si kacang polong beserta teri, jamur dan beras dalam satu SC. Though, when it comes to feeding time, i have to peel off the skin one by one!! Pe-Er banget deh looo...

Hari Pertama

Ini puasa hari pertama kami. Dimulai dari sahur yang mepet karena tidur kemalaman dengan menu seadanya.  Puasa itu sederhana, nak. Menaha...