Sep 27, 2011

Home Sketch

Sejumlah sketsa rumah masa depan yang digambar ayah...tetep ya...rumah cuma sebegitu ukurannya dibolak-balik juga membingungkan, hehehe. 






Ini sketsa buat renovasi mendatang, bukan sekarang..catet, bukan sekarang. Untuk semen taun tara, mungkin rumah ini dihuni sedemikian adanya saja sesuai aslinya dulu, mengingat butuh berkarung-karung galleon buat renovasi *banting financial calculator*. Yang dilakukan saat ini cuma finishing bagian depan, kasih atap bagian belakang, ngecat ulang dan bikin dapur. Belum butuh kamar tambahan, secara Arraf juga masih co-sleeping dan gak ada rencana mau ambil ART.

Yup, seumur-umur baru sekali ini kejebak sama namanya kredit bertahun-tahun, called KPR. Hauuhuahauauuu....sempet mengkeret juga sih waktu mau ambil. Hell i'm not a risk taker, apalagi soal uang-utang-cicilan anyway... Tapi mengingat kebutuhan rumah ini mendesak dan harganya masih bisa masuk di celengan, ya oke...kita ambil *dengan segala risiko penghematan di sana-sini*.

Insya Allah...dengan adanya rumah ini kita bisa hidup bersama, bahagia, selamanya...amiin. 

Sep 25, 2011

Scrotal Ultrasound

Segitu seriusnya ya saya mendalami soal ini, iyalah..meskipun ini hal yang normal pada 30% angka kelahiran,  juga bisa sembuh sendiri..tetep mesti cari tau ilmunya buat ngikutin perkembangannya gimana. Sekalian, sharing di sini kalo ada parents lain yang butuh informasi penanganan undescended testicles.

Setelah general check up dari DSA, kita mutusin USG aja buat penguatan diagnosa daripada nebak-nebak dimana letak testikelnya Arraf meskipun kalo diraba, sesekali lokasinya ketauan lalu ilang lagi. Menurut Pediatric Urology, penguatan diagnosis melalui radiologic imaging tidak selalu bisa diandalkan karena ultrasound yang dipake hanya bisa mengidentifikasi testis yang tempatnya di inguinal canal (saluran turunnya testis), tapi tidak dapat mendeteksi jika tempatnya di perut (abdomen). Aliran darah di testikel juga gak bisa dideteksi lewat USG karena image yang tergambar biasanya terhalang sama usus.

Tapi karena kita yakin testikelnya Arraf ada, bukan tidak ada atau tidak berkembang (agenesis), kita putuskan buat USG aja di sekitar skortum (kantung testis) dan inguinalis supaya dapat gambaran dimana testikel berada. Saya dapet informasi bagus dari segi diagnosa radiologi :
Ultrasound can often detect an absent or undescended testicle as well. It is estimated that approximately three percent of full-term baby boys have undescended testicles. The testicle normally migrates from the abdomen, down the inguinal canal and then into the usual position in the scrotal sac. If it is not present in the scrotal sac, it may have stopped on its way and lie in the inguinal canal, in which case the ultrasound examination will often see it. If it has not left the abdominal cavity, it may not be seen by sonography. If a testicle is not detected, a urologist may be consulted in order to decide whether additional imaging such as CT or MRI is needed to determine its location. If it lies in the inguinal canal, it can be moved into the scrotum. If left in the abdomen too long, it may become cancerous and may need to be removed.
Ini ada juga kategori ketiadaan testis, dari Urology for Children :
An empty scrotum can mean a number of different possibilities regarding the testicle, namely: (1) the testicle may have descended incompletely and may be located in the inguinal canal or at the external ring; (2) the testicle may have passed through the inguinal canal, but rather than passing into the scrotum, it is misdirected into an abnormal (ectopic) location, generally somewhere near the groin or scrotum; (3) the testicle may have never developed at all (agenesis); (5) the testicle may have twisted off its blood supply prior to birth (vanishing testicle); and (6) the testicle may actually have descended into the scrotum and is retractile, in that the testicle is intermittently pulled into the inguinal region due to the force of the hyperactive cremasteric mus-cles.
Meng-USG bayi itu ternyata gak mudah ya, karena Arraf gak mau diem selangkangannya dioles gel mungkin kerasa dingin, anyep, hihi jadinya beberapa kali nguncupin kakinya, miring, atau angkat-angkat kakinya ke atas..sementara kan kalo USG kakinya harus lurus dan kitanya diem. Akibatnya ya USG-nya jadi lama, karena dokter SpRad harus nelusurin satu-satu wilayah skortum, selangkangan sampe bagian perut buat nemuin lokasi tepatnya dimana testikel berada. Dicoba segala cara dari mulai sambil nenen, sambil gigitin kunci mobil, ciluk ba sampe dia pipis di ranjang pasien dooong,duh...

Hasil yang didapat dari USG regio scrotalis (wilayah kantung) ; ditemukan gambaran struktur normal kedua testis yang letaknya sudah berada di saluran skortum, itulah kenapa kalo diraba suka kepegang (palpable), lain halnya kalo gak kepegang (inpalpable), tindakan selanjutnya mau gak mau operasi laparoskopi. Bukan juga swollen testicles, Arraf murni testisnya ada, tapi belum turun ke kantungnya.

Ukuran testis kanan = 1.18 x 0.62 x 0.88
Ukuran testis kiri = 0.89 x 0.86 x 0.57

Saya belum nemu informasi tentang ukuran normal testis/penis bayi, tapi ketidaksamaan ukuran ini normal aja sih..ada yang kiri lebih kecil atau sebaliknya.

Hasil yang didapat dari USG regio inguinalis ; tidak ditemukan adanya pelebaran canalis inguinalis (saluran turunnya testis) kanan-kiri dan tidak ada penampakan struktur bowel loop (pelebaran usus).

Kesimpulan secara sonografi : tampak adanya struktur testis normal bilateral, masih berkembang dan sudah pada saluran turunnya.

Konsul ke SubSpec Endokrin di Hermina, diukur perbandingan antara ukuran testis dan penisnya, tidak ditemukan juga indikasi penis kecil (micropenis) dimana biasanya bayi yang mengalami cryptorchidism suka disertai dengan ukuran penis kecil, tapi Alhamdulillah ukuran penis Arraf normal. Hihi, geli ya bok..ngomongin kaya ginian. Punya anak cowok ternyata banyak tetek bengeknya juga, apalagi soal 'biji-bijian' begini kan berhubungan sama fertilitas nantinya secara testislah yang akan memproduksi sperma. Artinya yaa, anak laki-laki atau perempuan gak ada yang bisa dipilih mending mana atau lebih baik mana, masing-masing punya permasalahan dan kelucuan yang sama ;)

Langkah selanjutnya tinggal tunggu aja sampe testikelnya turun sendiri, well, yes, nothing to worry indeed. Ini bukan penyakit, bukan pula kelainan dan gak menyebabkan rasa sakit apapun. Iya deh gue gak sabar, mungkin kalo udah lewat 10bulan ntar, rencanain buat terapi hormon aja supaya umur 18 bulan udah selesai semua treatment-nya dan semoga Arraf segera 'berbuah' deh yaaaaah.... :D

Sep 22, 2011

Harga vaksin 2011 - RSIA Hermina

Inii...harga-harga vaksin sesuai mereknya yang saya dapet dari RSIA Hermina buat tahun 2011. Tahun depan nggak tau ya naik apa enggak, trend kenaikan harga vaksin per berapa jangka waktunya juga saya gak tau.. Saya juga gak tau bedanya merek satu dan lainnya, googling sendiri aja ya?

Bisa sih liat harga vaksin di CDC  cuman kan pake dollar yah, nanti pusing ngitung conversion-nya. Ini lumayan aja buat kira-kira perlu siapin uang berapa sebelum berangkat buat imunisasi :) 


Merek - Vaksin - Harga 


Engerix B - Hepatitis B - Rp 75.800
HB Vax  - Hepatitis B - Rp 79.500
Infanrix - DPT - Rp 307.500
Infanrix HIB - Combo DPT+HIB - Rp 436.200
Okavax - Varicella - Rp 393.250
Polio - polio - Rp 12.500
Pediacel - Combo DPT+HIB+polio - Rp 484.200
Synflorix - Pneumokokus 10 strain - Rp 564.900
Prevener - Pneumokokus 13 strain - Rp 884.400
Tetract HIB - DPT (demam) + HIB - Rp 240.200
Havrix - Hepatitis A - Rp 294.800
BCG - BCG - Rp 40.000
Campak - Campak - Rp 45.000
DPT - DPT - Rp 20.000
DPT HB - DPT - Rp 65.000
Act HIB - HIB - Rp 236.000
Trimovax - MMR - Rp 95.500
Euvax B - Hepatitis B - Rp lupa, struknya udah dikasih ke asuransi :p

Sejujurnya, saya juga gak gitu concern sama merek vaksin yang Arraf dapet. Iya iya aja, mau combo atau simultan, iya iya aja...mana yang dipake DSA-nya deh. Karena setiap imunisasi selalu di Hermina, merek yang dipake bakal sama setiap ulangannya ya tapi pernah juga kok beda merek...DPT pertama pake Infanrix (tanpa demam), DPT kedua pake Pediacel (tanpa demam), DPT ketiga pake Tetract (demam).

Belum cari tau juga apa pake vaksin beda-beda merek itu ngaruh, ini aslinya info yang saya dapet cuman merek sama harganya doang, jadi saya cari sendiri merek ini tuh buat vaksin apa...cmiiw kalo ada yang salah.

Sep 17, 2011

Alarm

Sanggup gak ya gue nulis ini? Bismillah.. -sengaja pake 'gue' bukan 'saya' karena gak mau kedengeran spt criminal story di majalah-majalah :p 

Jadi, selasa (13/9) habis makan siang, roby telepon ke ext kantor, tumben2an biasanya juga kita whatsapp-an. "ibu pulang ya..mama ada yang nusuk" Hah?!! langsung deg-degan sekujur tubuh, "kok bisa??!" gak ada penjelasan panjang dari suami gue, dia cuman kasih nomer telepon yang cuma gue catet tapi gak nyimak itu nomer telepon siapa. Deg! tiba-tiba gue teriak,  "dede?! dede gimana?" saat itu pandangan n pikiran udah gak karuan sampe sayup-sayup gue denger "dede gak apa-apa, dede sama ibu kost..ibu pulang pake taksi ya". Apapun yang bisa gue beresin dari meja, langsung masuk-masukin tas terus lari kenceng ke luar, ambil taksi. 

Sepanjang jalan rekonstruksi kejadian yang ada di pikiran gue adalah 'arraf mau diculik, ada yang mau culik arraf lagi tidur lalu nusuk mama..culik, arraf, mama...terus semuanya berputar-putar di kepala gue sampe sering lupa kasih tau sopir mesti belok mana. Lalu gue inget nomer telepon yang dikasih suami, gue telepon yang angkat anak ibu kost, gue tanya ini ada apa, jawaban yang gue denger sama gak jelasnya dari info sebelumnya, cuman 'nenek ada yang nusuk, tante..sekarang di RS Anna'. Gue langsung meluncur ke Anna dulu, berharap bahwa Arraf tertangani dengan baik sama ibu kost berdasarkan info dari anaknya sendiri. 

Nyampe Anna, mama lagi proses mau pindah ke RSUD Bekasi, udah ada mobil polisi disitu. Sobekan baju mama, luka tusuk yang menganga meskipun udah di perban, dan rintihan kesakitan bikin gue mematung lemas, gak pernah nyangka kejadian ini menimpa gue, yang biasanya cuma gue lihat di tv. Di mobil tetangga, mama sadar gue udah ada trus bilang terpatah-patah "arel, si dede simpen di bandung ajaa.." duh, gue cuma bisa bilang "iya bu, iya bu..udah ga usah banyak bicara dulu". Sejujurnya gue bingung kenapa harus dibawa ke RSUD di Jl. Pramuka yang jauh dari rumah, nanya-nanya orang di mobil gak ada yang tahu. Akhirnya gue pasrah mau dikawal polisi ke mana, sementara mama di tengah terus merintih-rintih kesakitan, dipegangin sama tetangga. 

Nyampe UGD RSUD Bekasi, gak ada petugas stand by dengan drakar. Polisi dan sopir yang gotong drakar, mindahin mama ke situ dan gue sendiri yang dorong masuk ke ruangan-yang-sebetulnya-gak-layak-jadi UGD. Gak ada perawat yang nyamperin atau pasang ini itu, gue mondar mandir nyariin perawat sementara polisi sibuk sendiri juga ngomong sama petugas administrasi. Setelah akhirnya di infus dan lukanya dibersihkan lagi, gue diribetkan oleh petugas yang nyuruh gue urus administrasi segala macem, belum lagi beberapa reserse yang nanya-nanya data korban, data gue dan minta ktp korban *sinting! ya mana sempet gue bawa ktp mama!* beberapa orang berbaju rumah sakit *entah perawat atau bukan* malah konsentrasi nanyain mama kejadiannya kaya gimana, doh...tangani dulu aja lukanya napa, orang kesakitan pake ditanya-tanya. Walaupun samar-samar gue bisa denger dari mulut mama langsung kejadiannya gimana, i forced my heart freeze..gue gak boleh nangis, gue gak boleh down..di sini cuman gue yang jadi andelan, maka dari itu gue harus kuat dan berhati batu dulu untuk sementara gak bisa nungguin mama di sampingnya, gak bisa nyaksiin proses hectig dan gue kuatkan kaki lemes ini buat lari kesana kemari urus admin, dorong drakar ke tempat rontgen, cek lab, tebus obat dsb sementara mama masih jejeritan pas diperiksa dalam lukanya. 

Jam 2 sampe jam 4, selesei ditutup lukanya mama udah bisa tidur efek dari obat bius. Bapak kost dateng, somehow sangat membantu gue dalam memutuskan segala sesuatu dan nebusin resep-resep kecil dimana gue lagi gak ada di tempat urus sana sini. Tetangga juga ada yang dateng bawain baju dan nungguin mama di sampingnya. Polisi masih terus berdatangan, silih berganti nanyain data dan kronologis, wartawan juga dateng dengan kamera-kameranya. Meskipun mama dari awal sadar dan bisa ditanya-tanya, gue sangat mengkhawatirkan kondisi traumatisnya bakal memperparah luka fisiknya. Gue sendiri bolak-balik angkatin telepon dari sodara dan keluarga, kordinasi sama roby dan gue lupa belum izin pulang duluan tadi sama bos. Sebisa mungkin dalam jawab telepon gue gak terdengar kalut, karena bakal bikin ribet yang disana dan gue gak mau ada prasangka ini itu, sementara gue disini ngerasa bersalah banget. 

Jam 5-an lukanya kembali bocor, gue gak tegaaaa...huahauhuuu. Gue harus segera memikirkan langkah selanjutnya...

I was considering buat pindah RS karena ngeliat mama kedinginan (bajunya udah sobek-sobek) tapi dibiarin gitu aja sama pihak RS, entah sampe kapan. Gue tanya perawat situ apa ada selimut, kain, sprei, baju atau apalah buat nutupin badan mama dijawab dengan santai "disini UGD, gak sedia selimut..harus minta dulu ke ruang perawatan" ooh, okaay...jadi begini ya pelayanan umum nih? sementara gue beberapa kali masuk UGD rumah sakit pemerintah masih tersedia selimut garis-garis sekalipun. 

Setelah denger penjelasan dokter situ bahwa perlu ada tindakan operasi bedah, pihak RS nyodorin gue form rawat inap dengan beberapa pilihan kamar. Murah sih, tapi mengingat penanganan daruratnya aja kaya gini, gimana gak darurat. Gue udah sanggupin ambil kelas eksekutif aja biar nyaman, setelah gue lari ke atas disana petugasnya dengan santai malah ngajak ngobrol kejadiannya kenapa, dimana, dsb. Gue bilang "mbak, plis..ada gak kamarnya? mama saya udah kedinginan di bawah kasian.." dan muka menyebalkan kembali menyeruak "sekarang udah di infus kan? ya tenang ajaa..." giliiiiingg, pengen gue jambak rambut si mbaaak!

Gue mantap pindah RS, regardless biaya yang harus dikeluarkan..gue pikir masih ada opsi minjem ke siapalah, kalo perlu ke bos gue kalo emang biaya operasi sangat mahal. Pilihan gue RS Mitra Keluarga Barat sama RS Awal Bros, diskusi sama bapak kost mungkin Awal Bros bisa lebih miring tapi tetep bagus, gue telepon-telepon juga kesitu tanya-tanya harga kamar, minta bantuan temen2 yang lagi ol di PC buat browsing info apapun yang bisa jadi pertimbangan. Setelah minta surat rujukan dari RS dan sesuai prosedur pindah rawat, pihak RSUD kudu nelepon orang RS pindahan buat report kondisi pasien, jadi gak cukup cuma bawa rekam medisnya doang. Jam setengah 7 mama dibawa pake ambulance ke Awal Bros, bukan maksud diskriminasi RS swasta-pemerintah, tapi harus gue akui, pelayanan UGD sana berbeda. 

Keadaan udah lebih tenang di mana gue denger mama cerita lagi ke dokter bedah sambil lukanya ditangani. Setiap gue denger ceritanya, beberapa hal gak jelas kronologis waktunya tapi whatever lah, yang bisa gue simpulkan adalah begini :

 Jadi, siang sekitar jam 1-an, mama habis boboin Arraf ikut ketiduran sebentar sementara pintu belum dikunci dan jendela samping belum ditutup. Sayup-sayup kedengeran bunyi sesuatu, trus mama kebangun menemukan anak tanggung lagi berdiri di depan pintu kamar melempar pandang ke sekeliling ruangan. Mama sempet tanya "dek, mau apa?", kaget keberadaannya diketahui, anak itu lari ke tengah rumah trus balik lagi bawa (yang menurut mama) pisau dapur kita sendiri yang ada di tumpukan cucian trus nusuk mama di beberapa bagian (kalo menurut mama, dia ditusuk di perutnya beberapa kali) tapi luka yang paling besar ada di punggung belakang lengan kanan dan beberapa sayatan di tangannya. Mama sempet kelahi dulu sama tuh anak, saling berkelit n rebutan pisau. Gak berapa lama, Arraf kebangun trus merangkak ke arah mama sambil nangis, (menurut mama lagi) anak itu sempet berbalik ke Arraf entah mau nusuk atau gimana (gue gak berani bayangin kemungkinannya) tapi langsung dihalangin sama mama, trus anak itu kabur dan ngunci mama dari luar kamar. Mama teriak-teriak minta tolong, tetangga sebelah dateng tapi gak bisa buka pintunya. Mama teriak "ke jendela, pak.." minta tetangga bantu ngeluarin Arraf lewat jendela kamar buat diselamatkan dulu sementara itu mama masih berlumuran darah teriak-teriak minta tolong lagi. Gak ada yang berani cepet nolongin soalnya pada takut ngira penjahatnya masih ada di dalem rumah atau udah keburu pada pingsan liat darah berceceran. Gak berapa lama kemudian, mama dikeluarin lewat jendela yang sama dibantu tetangga-tetangga setempat. 

................................gue selalu mendadak pusing tiap kali harus cerita kejadiannya lagi.

Setelah mama dipastikan udah bisa istirahat di kamar perawatan, bapak mertua udah nyampe, sodara juga ada yang dateng, gue merasa pd gue nyut-nyutan tanda Arraf memanggil. Gue pulang dari RS dalam keadaan amat lelah fisik dan mental. Sumpah gue kangen banget pengen segera meluk Arraf, yang meskipun untuk itu gue harus ke TKP, ambil barang-barang yang dibutuhin lalu ngungsi ke kompleks depan tempat om gue. Gue ambil barang sebanyak mungkin supaya gak perlu bolak balik ke rumah itu lagi yang bikin gue merinding. Yaa, walaupun besoknya gue tetep balik lagi buat beberes total tapi seenggaknya gak perlu lama-lama ada disitu. Roby nyampe Jkt langsung ke RS, jadi baru ketemu gue tengah malem, itu gue mohon-mohon minta dia buat pulang kerumah lebih cepet, kita temenin Arraf bobo sama-sama, khawatir tadi dia sempet liat perkelahian atau darah (meskipun syukurlah, enggak). Cuma ingin memastikan kalo kedua orangtuanya selalu ada di sampingnya dan selalu melindungi dia.

Malem itu, baik gue dan suami sama-sama gak bisa tidur lelap padahal badan udah cape banget.

Ibu kost, bapak kost dan semua tetangga disitu memang baik hati, besoknya kontrakan gue dibersihin sampe rapi banget gak keliatan bekas TKP or something. Cucian dicuciin sampe kering, barang-barang diberesin, nyaris balik ke kondisi semula (kalo aja hawa kejadian gak menyayat hati). Mama memang bergaul baik sama tetangga2 sini jadi banyak yang merhatiin, benar adanya kata Rasul bahwa tetangga itu adalah saudara paling dekat dengan kita.

Gue, gak sanggup kalo harus mereka ulang kejadiannya di pikiran gue. Setiap kali mama ngulang cerita itu lagi ke keluarga/sodara/tetangga yang dateng, gue memilih buat sibuk atau menjauh dari situ sekalian. Gue gak kebayang siapa anak itu (iya anak, remaja tanggung belasan tahun yang berambut keriting, kulit hitam, dekil dan bawa tas selempang kecil - yang sayangnya, penjahat kelas teri), gue juga gak mau spekulasi apa yang anak itu cari di rumah kontrakan petakan 5x2m, gak ada barang yang sempet diambil pula, yang pasti dugaan mau culik Arraf seperti yang gue duga sebelumnya kayanya enggak, kalo iya mungkin Arraf duluan udah dibawa sama dia (tapi ya, mungkin aja niat itu muncul pas tau gak ada yang bisa diambil di dalem rumah tapi ngeliat ada bayi, valued-money).   

3hr nginep di RS, dengan tindakan penjahitan luka dan perawatan infeksi, mama udah pulih luka fisik, bisa jalan, ngobrol, makan minum spt biasa. Yang dikhawatirkan trauma pasca kejadiannya karena sampe pulang dari RS pun, masih susah tidur kebayang-bayang sosok anak bawa pisau itu terus. Gue gak ngijinin mama balik ke rumah itu lagi, apalagi buat ngerepotin dia lagi buat jagain Arraf. Udah cukup gue nyusahin sampe membahayakan dia selama ini jangan lagi ditambah ketakutan yang lain. Gue juga gak akan balik ke situ, semua barang udah diberesin diangkut lagi ke Bandung. Biarlah gue yang berkorban harus pisah sama Arraf demi keamanan semuanya.

Musibah, sebagai cobaan atau teguran...insha Allah gue menerimanya dengan lapang dada. Anggaplah ini sebagai pencuci tumpukan dosa yang selama ini diperbuat, mungkin ini pintu ampunan yang mana namanya manusia baru bener-bener sadar kalo udah 'ditampar' sama sesuatu dulu. Biarkan ini jadi pengingat atas kekhilafan dan pengalfaan sebagai manusia atau atas suatu recana baik yang ditunda-tunda.
Kalo memang ini cobaan yang berat dari Allah, mudah-mudahan kita bisa lewatin dengan baik dan ambil hikmah dari semuanya.

Alarm gue udah nyala. Pertanda gue harus segera menyudahi keadaan ini. Insha Allah.     
    

Sep 12, 2011

MPASI 8 bulan

Bulan ke-8 ini bisa dibilang jadwal makan berantakan, menunya juga berantakan. Dibanding bulan sebelumnya, bulan ini lebih fleksibel nyobain tekstur dan porsi naik-turun, jadwal makan tetep sama : sarapan - makan siang - buah + cemilan boleh, hanya kalo ada ibu di rumah. Ya bukannya gak percaya ya, tapi segala pemberian yang masuk mulut Arraf masih in moderation saya untuk menghindari kecolongan.

Buah 
1. Buah Naga 
Walaupun rasanya gak terlalu manis cenderung hambar, buah ini kandungan vit C nya bagus banget dan easily digestive. Dimakan dengan cara belah dua, kerok langsung pake sendok atau bisa dipotong dadu. Menarik, karena pup-nya Arraf jadi ada bintik-bintik hitam biji naga, hahaha

2. Plum 
Yakin plum ini rasanya pasti asem kaya peach, bener aja pas dicobain kecut seger gitu tapi spt biasaa yang kaya gini-gini Arraf suka. Plum, spt Prunes, kaya akan serat dan vitamin A dan C. Plum merah, plum hitam, plum hijau udah dicoba..sama semua rasanya kecut tapi apa sih yang kecut yang gak Arraf suka.

Sayuran dan grains semua masih sama dari 6 bulan. 
Proteins
1. Kuning telur 
Kenapa baru kuningnya? karena putih telur termasuk 8 top allergens, tunda dulu aja sampe 1th meskipun di keluarga kita gak ada yang alergi telur, tapi seinget saya duluuu waktu kecil saya pernah disuruh stop makan telur selama beberapa waktu. Kalo liat kandungan vitaminnya hadeuuuh, sehat banget deh si kuning telur ini, vitamin A, D, E lemak dan berbagai protein ada semua.

Buat Arraf saya pake telur ayam kampung organik, gak harus sih..berhubung di spm juga tersedia ya kenapa enggak, tapi kalo memang cuman adanya telur ayam kampung biasa atau telur ayam negeri juga oke aja. Gak ada aturannya harus telur yang mana, ayam kampung dipercaya lebih banyak mengandung asam amino pembentuk protein dibanding ayam negeri jadi mungkin itu yang bikin bagus ya. Telur ayam kampung relatif berukuran lebih kecil dan warnanya lebih cerah, mahal pula satu pack isi 6 harganya 13rb. Dia lebih amis dan lebih lama matengnya, apalagi di-tim. Biasanya saya olah telur ini direbus, campur langsung ke SC atau digoreng pake butter. Alhamdulillah Arraf gak ada masalah, anak ibu makannya pinteeerrr.

2. Daging ayam
Daging ayam yang dipake gak dari ayam kampung melainkan ayam negeri, biasanya saya beli dada boneless, parut dalam keadaan beku lalu kukus pake bawang2an, hasilnya gurih dan wangi. Arraf nampaknya lebih berselera ke daging ayam dibanding daging sapi, entah karena aromanya gak terlalu daging kalo ayam *apa sih*, yang jelas ayam ini kaya protein dan zat besi dan sebetulnya paling baik dikenalkan di awal-awal pengenalan daging loh.

Dairy 
1. Butter 
Tentunya yang unsalted, oohh how i love Anchor! wanginya oke banget, wangi susu atau semacamnya lah membangkitkan selera makan. Udah pernah coba Orchid si bau kue dan Lurpak si tawar tak berbau maupun berasa. Biasanya butter ini dipake kalo bikin butter rice atau mashed potato, gak tau, seneng aja nyampur-nyampur butter kemana aja hehehe.

2. Keju
Sudah kuduga Arraf pasti suka sama keju walaupun ayahnya gak terlalu suka makanan yang ngeju, tapi emaknya waktu kecil suka gerogotin keju segelonggongan. Pemberian keju tidak menyalahi aturan mpasi under 1yo yang tidak bergulgar, karena kandungan kalsium, lemak dan proteinnya yang tinggi, komposisi garam pada keju masih bisa ditolelir asal tidak setiap hari dengan kuantitas yang banyak. Selama ini pake keju cheddar Prochiz karena rasanya lebih tidak asin dibanding Kraft, belum coba merek keju lain spt Diamond, Babybell atau Bellcubes *mahal sih* , penyajiannya diparut dulu trus dicampur ke makanan. Pengen juga cobain cream cheese atau cheese spread biar langsung aduk aja gak bertekstur potongan2 kecil. Makanan apapun pake keju, pasti habis *ngumpulin senjata buat GTM*

3. Yoghurt 
Baru coba Yummy yang plain, sempet liat merek yoghurt plain lain tapi kandungan si Yummy ini paling standar cuman susu skim, bakteri pembentuk youghurt sama kultur.

Sep 9, 2011

Kiddy Cuts

Terakhir rambut Arraf dicukur habis waktu umur 5bln, sekarang rambutnya udah gondrong lewatin telinga n terlalu tebel, kasian juga kalo kepanasan. Sengaja diniatinnya mau cukur pas libur lebaran aja biar lagi ada ayah jadi ada yang pegangin Arraf pas dicukurnya kalo saya gak berani, pasti tangan tukang cukurnya ditepis mulu ;p

Eh kebetulan, iseng ikut kuis @ParentingINA di Twitter ternyata menang, hadiahnya voucher KiddyCuts senilai 100rb. Alhamdulillah sesuatu banget kan ya, secara dari dulu gak jadi-jadi mau ke salon bayi, other than that..sayang duitnya. Untungnya bisa pilih mau KiddyCuts yang di Istana Plaza aja, tapi waktu itu gak bisa ngambil hadiahnya di BIP, jadi Parenting e-mail tanya alamat mau kirim ke kantor Jakarta aja. Udah berminggu-minggu nunggu belum ada voucher yang nyampe kantor. Baru deh seminggu sebelum libur lebaran nyampe, dan sebagai komplemen keterlambatan mereka, dikirimlah 2 lembar voucher senilai sama, lokasi sama dan tanggal expired yang sama!

Plis deh...secara itu udah akhir Agustus, dan vochernya exp awal Sept..helloooo, ngapain juga ya cukuran dua minggu berturut-turut??

Tadinya mau nyalon bareng Faypao-nya teh Dinni tapi berhubung liburan itu banyak acara sama keluarga  susah banget janjiannya, jadi si voucher satunya hangus deh. Tuh kaaan Parenting.. :(

Nyampe ke IP pulang dari Hermina suasana KiddyCuts nya lumayan lagi rame, gak tau tiap hari kaya gini juga atau karena liburan ya? kena waiting list 3 orang lagi, kirain bakal lama nunggunya ternyata ada anak kecil baru duduk tau-tau udah selesei aja dicukurnya dan bener aja, gak nyampe 15 menit Arraf dipersilakan duduk di atas mobil-mobilan. Buka baju, tinggal pake singlet sama diaper lalu ditutupin salon cover. Kalo ngeliat anak-anak di situ rata-rata udah toddler, jadi bisa fokus nonton Dora The Explorer dari mobil-mobilan, sementara Arraf nonton tv aja bukan gambarnya yang diliat tapi bolong-bolong speakernya yang dicolok-colok, sangsi juga sih dia mau ditaro disitu gak kemana-mana. Malah sempet mikir, dede gendong ayah aja deh biar mau diem.

Eh, ternyata mau loh...kayanya kebawa suasana asik aja banyak anak-anak walaupun dia satu-satunya infant yang dicukur, walaupun siaran Dora-nya sama dari satu tv ke tv lainnya emang gak bener-bener ditonton juga cuma sebagai pemandangan sekilas di sela asiknya puter-puter setir mobil. Asalnya mau dibikin rambut 1cm aja tapi ayah minta dipendekin lagi jadi kaya rambut baru tumbuh..hokee, Arraf jadi bayi lagi deh. Beda sama tukang foto bayi, tukang cukur bayi mah gak pernah ngajak becanda atau ngajak ngomong anaknya, dia konsen sama rambut dan kepala, ikutan muter kalo anaknya muter jadi ortunya aja yang sibuk manggilin liat sini liat sana biar yang nyukurnya gampang.
anteeeeng.... 
dia malah bengong, amaze sendiri kepalanya lagi diapain
Gak sampe 10 menit cukuran udah selesei berikut bersih-bersih pake kuas. Daripada ribet nguas-nguasin seluruh badannya kepikiran mending sekalian cuci rambut kepala botak aja kali ya, at least kepalanya segeran gitu eh taunya gak ada service cuci rambut buat bayi hihihi kalo gitu sedia bath tub buat bayi mandi doong.

Harga potong rambutnya 55rb, dan vouchernya hanya berlaku buat servis aja gak bisa beli produk. Sayang juga 45rb melayang sia-sia *udah gratis, tetep gak mo rugi* Tapi beneran deh, kalo gak punya voucher mah nyalon ke sini mahaaaall...mending cukur di pangkas rambut biasa, 55rb bisa buat ayah-ibu ke bioskop :D

So, voila...transformasi dari gondrong dangdut keliling menjadi bulat pelontos. Jadi lebih mirip waktu bayi lagiii. Mari fotooo...


Sep 5, 2011

Perbekalan Mudik

Ini mudik pertama Arraf, sejujurnya paling susah bawa bayi itu ya masa-masa ini di mana udah gak asi ekslusif lagi, tapi juga belum kuat makan table food, makdarit persiapan buat tetep ber-mpasi homemade pun dijabanin dengan membawa perlengkapan sbb :

1. panci stainless kecil diameter 10cm buat masak bubur, gasol atau oat
2. wadah-wadah storage kecil buat bawa gasol n oat secukupnya (jadi gak perlu sama kotaknya)
3. mangkuk dan sendok makan 2 set
4. dua botol susu dengan asumsi bakal lebih banyak nyusu langsung daripada minum asi botol
5. sabun pencuci botol
6. coolerbox+ice gel buat nyimpen yoghurt n sayuran (kali aja bisa ngukus somewhere)
7. parutan keju
8. baby safe feeder (barangkali mau dicoba makan pake itu)

Udah, gitu aja...no rempong dan ternyata gak semua kepake juga. Dengan jadwal mudik sedemikian ketat saya gak sempet buat masak bubur/gasol/oat karena sibuk bercengkrama sana-sini dan safari dari sodara satu ke sodara lainnya. Practically, kalo dalam perjalanan Arraf makan di mobil, makannya dari apa yang udah disiapin dari rumah sebelum berangkat tapi cuma buat 1x makan..jadwal makan selanjutnya liat apa yang bisa langsung di makan aja.

Makanan yang dibawa lumayan banyak, tapi semua diminimalisasi cari yang paling gampang n simpel n gak berbau atau busuk di jalan :

1. gasol beras merah
2. oatmeal instant (biar tinggal seduh air panas aja)
3. brokoli + wortel (berharap ada tempat buat ngukus n Arraf ber-BLW di jalan)
4. buah naga (tinggal belah trus makan pake sendok)
5. apel + jeruk (tadinya buat campuran bubur, tapi jadinya cuma bikin air jeruk aja)
6. mangga gedong (tinggal kupas, bejek-bejek dagingnya)
6. keju parut

Buat sarapan n makan siangnya, ngandelin yang paling gampang aja oatmeal+keju parut/butter, oatmeal+buah naga, oatmeal+mangga. Selebihnya cemilin apel, air jeruk sama buah naga buat seger-segeran.

Saya juga prepare makanan siap saji buat di perjalanan :
Heinz kiwi-mango-apple gel 
Ingredients :  fruit & fruit juice 99%(apple juice 82%, kiwifruit 10%, mango 7%) vegetable gums (Carrageenan, carob bean) food acid (Potassium citrate), vitamin C 




Berguna banget buat mengakhiri sesi GTM dua hari karena hidungnya mampet jadi gak enak makan. Begitu dikasih ini, langsung habis satu botol sekali makan

Heinz pumpkin-potato-beef 
Ingredients : Vegetables (52%) (Pumpkin (46%), Potatoes (6%), Water, Beef (10%), Beef Stock, Maize Thickener (1422), Maize Polenta, Ground Rice, Parsley, Herb Extract


Nggak gitu lahap makan ini tapi lumayan lah buat campuran oat-nya dan dia juga mau makan.

Selain kedua botol tsb, saya juga siapin Milna Goodwill n Promina beras merah in case gak ada makanan lain yang bisa dimakan. No worry, saya bukan tipikal ekstrimis no-instant food at all, pede aja Arraf juga tipikal yang makan apa aja hayo. Instan mau, homemade juga mau dan habis makan instan pasti mau makan homemade lagi. Kalopun ternyata Arraf nolak makanan instan, ya udah, boost asi sebanyak-banyaknya aja biar kenyang dikit-dikit tapi sering *kan gak seminggu penuh setiap hari begitu, toh?*

Buat cemilan, ahh sebenernya hampir kecewa sih karena tadinya udah semangat mau order cheese bliss dan arrowroot cookies-nya Mamma Kanin, ternyata seminggu sebelum lebaran udah close order. Heuh, akhirnya nekat browse resep sendiri n coba bikin, berhasil. Berhubung Arraf lagi GTM, imo gapapalah di ganjel sama cemilan-cemilan dulu aja sapa tau dia mau ngemil jadi gak kosong banget perutnya. Dalam milih biskuit/cookies bayi, buat saya yang penting sebagian besar dari ingridient-nya saya tau jadi gak blanky banget gitu kalo ada efek samping ato apa-apa yang terjadi sama Arraf pasca makan. So, udah disiapin makanan-makanan kaya gini :

Cheese bliss
Told you that it's succeed, yes...Arraf loves it! Sekali makan 3-4 keping tu juga masih mangap. Ih sujud syukur deh tadinya kalo Arraf gak mau makan ya udah ortunya aja yang ngabisin soalnya buat dewasa enak juga meskipun gak pake gula dan keju secukupnya. Resepnya nanti di-share di postingan lain deh *nyombong*

Orgran Outback Animal Cookies 
Ingridients : Maize starch, Raw sugar, Brown rice flour, Palm vegetable oil, Rice syrup, Pea flour, Psyllium (2%), Raising agent: Sodium bicarbonate, Calcium carbonate (source of calcium), Vegetable gum: Guar, Emulsifier: monoglycerides from vegetable, Natural vanilla flavour(0.2%), Salt.
Nemu ini di Ranch Market, nyari yang plain ternyata adanya rasa vanilla gapapa deh, kalo liat komposisinya sih cookies ini gluten free dan wheat free, meskipun Arraf juga gak ada gluten intolerance lumayanlah cookies ini boleh dijajal. Awalnya makan kukis bikin gatel di tenggorokan, jadi makannya harus sambil minum biar gak seret tapi lama-lama biasa juga makan beginian, bayi tuh cepet banget ya diajarin langsung bisa :*

Baby Choice Rusk Original




Ragu-ragu juga mau beli baby choice, promina biscuit atau milna biscuit atau Gerber atau Wakodo atau apalah...tapi kayanya baca-baca di forum si baby choice ini banyak yang suka jadi mau dicoba. Hasilnya beneran Arraf suka banget makan 'kerupuk', dipegang sendiri trus makan 'krauk krauk', teksturnya memang mirip kerupuk atau opak tapi dari beras, rasanya juga hampir sama.

Bega Stringers Cheese stick 

Ini berhubung Arraf suka banget sama keju, yakin juga dia pasti mau cemilin ini tapi cuma sempet makan sekali yaa namanya juga liburan ya banyakan main, digendongin sana-sini trus makanannya ditinggal, dilempar, atau ilang entah kemana.


Akhirnya si brokoli, wortel n gasol dibawa pulang lagi, gak ada sempet ngukus dan masak. Kalo buah-buahan semua habis. Cookies masih ada separo lagi, kecuali kerupuk Baby Choice. Balik ke rumah, Arraf makan normal dengan porsi spt biasa lagi kaya lupa kalo seminggu kemarin makan dia jadwalnya acakadut.


Honestly, iya sih seminggu itu jadwal makan Arraf berantakan..sarapannya jam berapa aja yang penting di bawah jam 12, makan siang sebangunnya dia bobo siang, buah n cemilan dikasih kapan aja dia mulai bosen atau seharian itu susah makan, pokoknya diusahain ada makanan yang masuk hari itu deh meskipun porsi kecil dan cuma satu jenis makanan. Worth to try, don't be too idealist..setres sendiri :)


Ramadhan & Lebaran 1432 H

Alhamdulillah, kembali dikasih kesempatan lewatin Ramadhan dan Lebaran 1432 H bareng keluarga kecil dan keluarga besar. Ini kali pertama Arraf ngalamin puasa-lebaran dalam wujud bayi, setahun sebelumnya kan masih dalam perut ;p

Bulan ramadhan kali ini dijalanin di rumah kontrakan di Bekasi, barengan sama mama mertua dan Arraf. Ayah tetep di tempatnya merantau spt tahun lalu. Kalo tahun lalu Arraf selalu gerak-gerak di perut pas waktunya sahur, kali ini dia udah bangun dari jam setengah 4, colok-colok muka ibunya bangunin sahur dimana kadang saya cuekin aja abis ngantuk. Yaaa, akhirnya sih bangun juga karena saya gak berani nekat puasa tanpa sahur kalo lagi menyusui gini..lah wong sahur aja suka dehidrasi, apalagi gak sahur. Eh niatnya bukan biar gak lemes sih, tapi harusnya karena ibadah ya karena sahur kan sunah Rosul :)

Menu sahur spt biasa aja sehari-hari, sayur dan sayur *sejak menyusui gue jadi monster sayur* yaa sesekali protein hewani walau tetep lebih banyak protein nabati dari tempe, tahu, kacang2an, dsb. Mama mertua rutin bikinin teh manis padahal saya gak mau minum teh kalo lagi puasa takut banyak pipis dan minum manis2 kan suka bikin haus. Selain minum teh, minum susu segelas dan bergelas-gelas air putih *ketakutan banget dehidrasi* dan juga sari kurma 2 sendok tiap sahur dan buka, kadang-kadang minum habbat juga kalo inget dan tentunya gak lupa minum pil kb setiap buka, banyak banget yang diminum yaaah..

Alhamdulillah kalo puasanya kuat-kuat aja gak lemes, gak lesu ataupun kelaparan berlebihan. Paling ngantuk, itu mah natural setiap habis sholat dzuhur jamaah di masjid kantor pasti langsung tiduran 1 jam lumayan tapi kalo lemah letih lesu sih enggak banget, tetep fit dan aktif. Cuman nih, kayanya lebih berat puasa pas menyusui ya daripada pas hamil...dulu bisa setengah bulan puasa lancar, dede bayi juga gerak-geraknya tetep aktif dan sayapun lebih semangat ngajarin dede bayi beribadah kepada Alloh dengan berpuasa kalo tahun ini ya bukan jadi gak semangat, tekad mah tetep membara cuman eksekusinya kok yaaa melempem. Dari mulai hasil pumping yang turun drastis hingga 50%, sampe keringnya tenggorokan dilanjut batuk pilek selama seminggu lebih..pleus..si merah datang lagi setelah sekian tahun pas di bulan puasa. Beuh. Akhirnya sering batal puasa di jam 11 atau jam 1, gara-gara keliyengan habis pumping. Total puasa paling banyak gak nyampe 2 minggu, banyakan bolongnya, hiii... *tutup muka malu*

Tapiiii, meskipun kita gak sahur...Arraf tetep loh bangunnya rajin banget jam 5 subuh, hiiks..

Kalo buka puasa, biasanya dulu rajin beli sebelum buka es kelapa muda, kelapa ijo, cendol, es buah, sirup atau apalah gitu buat menemani puasa sendirian tapi sekarang berhubung mak mertua kayanya gak gitu tertarik sama apa yang saya bikin buat tajil yo wes segala macam manis-manis dibuat sendiri dimakan sendiri juga. Palingan sediain buah-buahan aja buat dimakan di sela-sela nonton tv atau sebelum tidur. Yes, buah selalu tersedia di kulkas dan emang force diri untuk selalu makan buah setiap hari, apapun buahnya. Makan besarnya, seharusnya busui makan 2x ya..saya berhubung sambil pegang Arraf paling sempet makan sekali aja tapi ditambah cemal cemil ini itu dan minum berliter-liter.

Untungnya, lebaran kali ini cuti bersama kantor seminggu yaay! tumben banget biasanya malam takbiran aja masih kerja dan udah masuk lagi H+2. Sekarang H-5 udah mulai cuti dan ayah punya jatah libur yang sama, yuhuuu. Jumat malem ayah nyampe bandara langsung ke Bandung, baru sabtu paginya barengan mama, papa sama adik balik lagi ke Bekasi jemput kita beserta perlengkapan lenong (1 travel bag, 1 backpack, 1 kantong makanan, 1 kantong kue, coolerbox n stroller). Kenapa bawaan kali ini jauh lebih banyak daripada waktu traveling ke Bali, jawabannya adalah mumpung bisa diangkut sama mobil jadi bawa apa aja yang kira-kira bakal kepake, kalo waktu ke Bali kan mikir dulu kita sendiri yang akan bawa barangnya jadi sebisa mungkin diusahakan lugaggeless biar gak rempong gak ada yang ketinggalan.

Sabtu (27/8) itu, arus mudik lagi gila-gilanya, antrian di tol Cipularang aja sampe 20km ngeek males banget diem di mobil selama itu mau nyampe jam berapa di Bandung. Tapi berkat sksd-nya bokap sama warga Bekasi, tanya-tanya katanya bisa pulang lewat Jonggol, jalurnya lebih panjang tapi at least lancar dan bisa berhenti-berhenti dulu kalo mau istirahat atau beli oleh-oleh di jalan. Ya udah, berbekal pengetahuan jalan seadanya kita berangkat juga lewat Jonggol wiiiw Jonggol ternyata panjang ya, dari Bekasi sampe Cianjur daerahnya masih Jonggol juga namanya. Sepanjang jalan Arraf gak terlalu rewel banget cuman karena dia masih batpil itu jadi rada sering marah-marah. Dari Bekasi berangkat jam 12, nyampe Bandung jam 5 sore padahal siangnya udah janji sama DSA di Hermina buat periksa testis Arraf, kudu ngejadwalin lagi deh :(  

Liburan di rumah, gak terlalu santai juga secara kita harus bolak-balik ke RS buat konsul kondisi Arraf. Jadi selama minggu-senin-selasa itu tetep keluar rumah seharian, belum lagi belanja, jalan-jalan cape banget. Malam rabu malam takbiran, udah tinggal sisa-sisa tenaga aja habis belanja, siap-siapin baju, masak, bikin kue *horeee, sempet bikin cheese bliss!* ujung-ujungnya tidur malem banget, hampir udah hari H nya.

Lebarannya, yuhuuu...alhamdulillah yah meskipun gak ada baju baru, gak ada baju seragaman dan makanan melimpah tapi setiap lebaran tetap menyenangkan. Arraf dibawa ke tempat sholat Ied, lucuuu....setelah macem-macem rencana antara lain sholat sambil gendong Arraf pake sw atau dateng ke lapangan tapi gak ikutan sholatnya, akhirnya diputuskan mau coba sholat semoga Arraf pengertian dengan gak banyak merangkak kesana kemari yang bikin was-was. Berhasil! Didudukkin di tengah antara saya sama adik, rakaat pertama Arraf celingak-celinguk liat ke atas deretan putih semua trus dia mulai merangkak ke barisan depan, narik-narik mukena orang...sambil sujud pertama saya angkut pindahin ke tengah, lanjut sholat lagi. Rakaat kedua, dia tertarik duduk pas di sajadah punya saya, trus tertarik merangkak ke deretan sendal yang di depan sajadah, dia merangkak ke sebelah kanan, pegang-pegang sendal. Khawatir sih takut sendalnya digigitin tapi ternyata cuma pegang-pegang aja, sujud kedua diangkut lagi pindahin ke tengah. Begitu denger somewhere baby's crying, biasanya Arraf suka ter-suggest buat ikutan nangis tapi ini malah cekikik ketawa sendiri, subhanallah terharu pengen nangis sekaligus pengen ketawa kok dia bisa-bisanya ngetawain bayi nangis itu.

Selesai sholat, ibu-ibu kiri-kanan rebutan mau mangku Arraf, haduh sabar buibu..ini calon mantu emang nggemesin :p sehabis itu dilepas main-main merangkak ke sajadah orang-orang tapi karena masih pagi ngantuk tetep ujungnya mau nenen. Kirain bakal mau nen sampe bobo ternyata dia masih tertarik aja sama pengalaman baru ini, berada di antara deretan putih-putih dan lapangan luas jadi lanjut lagi main-main sampe akhirnya pulangnya digendong ayah lagi trus salam-salaman sama tetangga lanjut mudik.

Mudik? Alhamdulillah lagiii...emang dasarnya sering dibawa kesana-kemari waktu masih kecil banget dalem perut, perjalanannya lancar. Nyokap yang biasanya cesples tidur sejajalan sekarang malah gak mau tidur, maunya main sama cucu, nyuapin makan, nyanyi-nyanyi sampe ninaboboin Arraf. Buat perlengkapan mpasi mudik-nya, saya buat sesimpel mungkin yang paling gampang n cepet dibikin, yang kira-kira bisa langsung dimakan, gak perlu dikupas atau dimasak, atau bisa seduh air panas, everything is simple n moderate. Frankly kalo kitanya santai, anaknya juga bakal santai dan gak ngeribetin kita sama sekali. Teori itu terbukti berat :)

Buat persiapan baju-baju mudik, saya gak ngoyo mentang-mentang ini lebaran bakal ketemu sanak sodara sana-sini, dikeluarin stok baju-baju paling bagus..enggak lah, sayang juga..tempat mudik kita kan banyakan tempat panas kaya di Majalengka gitu, sengaja saya bawa baju2 kutung, celana pendek, dipake tanpa kaos singlet tapi tetep dibawa. Kaos kaki tetep bawa, kupluk sama jaket juga tetep bawa karena habis dari daerah panas mudik ke daerah kaki gunung rumah nenek dari nyokap, luar biasa dinginnya.

bobo sepanjang jalan
istirahat di Tahu Bungkeng, Sumedang
Jadi, rute mudik tahun ini adalah rumah nenek dari bokap - rumah mertua - rumah nenek dari nyokap, dimana lokasi ketiganya beda kota dengan jangka waktu nginep semalem-semalem, cape banget tapi syukurlah seiring banyak makan, batpil Arraf pulih apalagi setelah lendirnya bisa dikeluarin gara-gara makan cookies tenggorokannya gatel jadi muntah ya kuenya ya dahaknya, habis itu gak grok-grok lagi :) yang kasian si ayah, jadi sopir kemana-mana hehe secara ya, mama-papa gak ada yang lancar nyetir, apalagi saya, jadi menantunya diandalkan sekali untuk anter-anter anak istrinya keluarga.

Tahun ini juga gak ada lagi cerita ayah kerja di hari lebaran kedua, pulang sama-sama hari minggu ke Bekasi dan kembali terbang ke Malang minggu malem... Semoga bisa ketemu lebaran tahun depan, dengan cerita yang pasti beda lagi :)

Hari Pertama

Ini puasa hari pertama kami. Dimulai dari sahur yang mepet karena tidur kemalaman dengan menu seadanya.  Puasa itu sederhana, nak. Menaha...