Aug 24, 2011

one thing in common : cold

Dua hari Arraf mulai pilek, nular ke saya..udah gak inget sih awalnya gimana, yang pasti ini kali kedua Arraf kena flu setelah yang pertama pulang dari Bali, kena berdua juga.


Sampe hari ini udah 11 hari salah satunya belum ada yang sembuh, getting worse adalah manifestasi pilek di saya selalu berujung pada batuk berdahak, lendirnya nyangkut di paru-paru, muncullah asma berkepanjangan. Duh, kalo ibunya sakit gimana mau ngurus anak yang sakit, gendong Arraf di dalem rumah aja cape banget ngos-ngosan, tambah lagi sakit kepala dan PMS yang pertama setelah 8 bulan terakhir. Combo jumbo!  

Buat Arraf

Sampe saat ini saya belum rutin kasih obat buat Arraf, karena common cold penyebabnya virus yang bakal hilang sendiri kalo udah waktunya (viral infection). Yang heartbreaking adalah gejala batpilnya itu, kasian banget idungnya meler, bersin-bersin, srat srot srat srot trus nafasnya grok grok, kadang-kadang disertai batuk tapi gak berlendir. Tidur gak nyenyak, gelisah, nen juga sebentar-sebentar mungkin gak enak juga sesek karena nafasnya dari mulut. Pemberian obat pun (kalo mau) paling yang bersifat dekongestan aja (pereda gejala), karena sesungguhnya common cold gak ada obatnya selain daya tahan tubuh itu sendiri.   

Buat baca-baca dan menguatkan aja nih, artikel tentang common cold ini bagus banget, antara lain mengenali gejala-gejalanya 

If your baby has a common cold, you may notice some of the following:
•fever of up to 38 degrees C
•cough
•reddened eyes
•sore throat
•stuffy, runny nose
•loss of appetite
•irritability and restlessness
•swollen lymph nodes (under his armpits, on his neck and the back of his head) (CKS 2007)
Di rumah ada sih mucopect buat mengencerkan dahak, tapi diliat lagi batuknya Arraf gak berdahak kok. Ada juga Rhinos Neo buat nasal congestion, setelah hari ke 10 baru saya kasih 0.1 tetes 1x sehari, sebenernya saya ragu sama side effectnya yang bikin insomnia, tapi i'll take it in moderation deh...hopefully hidung bisa memperingan hidung mampetnya (walaupun melernya tetep ada)..gak tegaa...huuu.  

Sampe saat inipun belum saya bawa ke dokter, tega? mungkin aja, tapi berbekal ilmu dari sana-sini juga saya gak mau parno sendiri dikit-dikit bawa anak ke dokter, apalagi cuma common cold yang sebenernya bejibun banget informasi how to react with this symptoms. Bukan gak mau, tapi merasa belum perlu dan saya bakal bawa Arraf ke dokter berdasarkan hal sbb : 
When should I take my baby to the doctor?
If your baby is under three months, take your baby to the doctor at the first sign of illness.
For a baby over three months, you may want to take him to the doctor to confirm that it is a common cold.
Also take your baby to the doctor if:
•his cold hasn’t improved after five days
•his temperature climbs above 38 degrees C
•he is having trouble breathing
•he has a cough that won't go away
•he is rubbing his ears and seems irritated – this could signal an ear infection
•he is coughing up green, yellow or brown mucus, or it’s running from his nose
Dari semua tanda-tanda ini gak ada satupun yang dialami Arraf, alhamdulillah semoga tinggal nunggu masa infeksinya sembuh aja (mostly 5-14hari) sementara ini saya lakukan home treatment dulu aja.

Home treatment yang saya lakukan, antara lain : 
- Terapi uap tiap malem, dalam warmer berisi air, masukin kayu putih dan bawang merah iris, colok semaleman...uapnya semoga terhirup di ruangan tertutup. 
- Kalo soal menjaga humiditas ruangan, saya gak yakin ya soalnya di rumah kontrakan kan gak pake AC, cuma pake kipas angin yang mana kalo si kipas dimatiin bakal kaya kejatuhan matahari deh ampun panasnya. Jadi soal ini saya akalin aja sering ganti baju dia, mandi pake air hangat, kasih telon, oles transpulmin dan tetesin kayu putih di bantal tidurnya.     
- Banyak makan buah yang bervitamin C untuk menjaga daya tahan tubuhnya spt tomat, pepaya, jeruk, peach.
- Intake cairan sebanyak-banyaknya, kalo lagi males nen ya kasih asi botol aja atau minum air putih sebanyak mungkin atau jus buah. 
- Cek suhu badan, alhamdulillah walaupun kadang kepalanya anget tapi masih ambang wajar di 37.5 paling tinggi (sekarang termometernya udah dipecahin Arraf, susah lagi deh ngukurnya -_-') 
- Mau dipertimbangkan untuk ngasih Breathy Nasal NaCl. Agak gak tega sih netesin air garam ke hidungnya, tapi worth to try...dicoba gak ada salahnya deh. 

For mommy

Minggu lalu saya balik lagi ke UGD KMC buat inhalasi, keulang lagi kejadian yang sama di tahun lalu. Asma akut bikin gak stabil, lemes, gemeteran, jalan oleng, kepala keliyengan, nafas pendek-pendek-bunyi, jangankan jalan, ngomong dikit aja udah cape banget. Di-diagnosa penyebab lemes dan gemeteran itu adalah overdosis salbutamol pada Ventolin inhaler, hihih iya sih..dalam semalem saya inhale 7x masing-masing 2x semprot *gimana gak OD coba* padahal, kata dokternya max kalo udah 3x semprot gak mendingan, pertimbangkan untuk segera di-inhalasi. 

Buat saya sendiri, yes i'm taking small amount of medications. Sumpah karena pengennya fit biar gak kewalahan urus anak sakit. Busui sakit gak main-main, we're still carry a life, harus baca dulu yang kaya gini supaya tahu diagnosa, treatment dan efek obat yang masuk ke dalam tubuh. Sama dokter saya diresepin Actifed Expectorant cuma buat meredakan batuk berdahak supaya nafasnya gak bunyi bunyi lagi. Itupun kalo liat di Kelly Mom Drugs, Actifed ada di kategori L3 artinya hanya digunakan pada saat akut, jadi paling saya minum 1x sehari per 5ml. Kandungan pseudophedine dan antihistamin pada Actifed, Procold, Panadol merah, diidentifikasi punya efek samping dapat menurunkan produksi asi. Huhuhu, sedih banget deh...mau gimana lagi..yaa selain itu kebetulan pas bulan Ramadhan ini banyak gak puasanya jadi masih bisa intake cairan sebanyak-banyaknya buat mengimbangi penurunan. 

Oh ya, dan saya tetep menyusui, yep..breastfeeding is the best way to protect baby's health meskipun ibunya ikutan batpil juga, ketika ibu sakit dia akan menghasilkan antibodi yang ditransfer ke bayi lewat asi. 
Breastfeeding is one of the best ways to protect your baby's health. It passes your antibodies, chemicals in your blood that fight infections, to your baby. This isn't a foolproof way to protect your baby's health, but breastfed babies are better at fending off colds and other infections.  
Pokoknya, selama pengobatan diambil in moderation, insya allah gak kenapa-kenapa yaaa :
If you feel that a medication is the cause of a sudden drop in milk supply, then stop taking (or decrease your use of) the medication - if the med is indeed the cause, then supply should increase again soon after you stop taking it. When using an antihistamine, it can be helpful to step up your fluid intake quite a bit. As with any medication, take it only as needed, and discontinue use as soon as you can. 
Semoga drama bangun tengah malam, meler, nangis jerit-jerit, insomnia dan irritability ini cepet berlalu...amiin. Mau lebaran niiih.... ;D

Aug 12, 2011

Undescended Testicle

Testicles are part of the male body. They make male hormones and sperm. Usually both testicles are inside the scrotum. While male babies are still growing inside the uterus, their testicles are inside their abdomen. The testicles usually move down into the scrotum just before or just after birth. An undescended testicle is one that did not move down into the scrotum.

Undescended testicles are common in male babies. Up to 30 percent of boys born early and 3 percent to 5 percent of boys born on time have at least one undescended testicle. If your newborn baby has an undescended testicle, it will usually move down on its own in the first few months of life. If this doesn't happen after 3 or 4 months, it may need to be treated by a doctor.

How will I know if my baby has an undescended testicle?
Your doctor can tell whether your baby has an undescended testicle by checking the baby's scrotum. If your doctor can't feel the testicle inside the scrotum, it's called a "nonpalpable" testicle. A nonpalpable testicle might be inside the abdomen, too small to feel or not there at all. It's important to find out which one is the reason. Your doctor may perform an X-ray or ultrasound to locate an undescended testicle.

Why does an undescended testicle have to be treated?

There are several reasons to treat an undescended testicle. First, undescended testicles may not make sperm. Testicles are in the scrotum because the temperature there is cooler than it is inside the body. A cooler temperature helps the testicles make sperm. A man's ability to make sperm can be lost in early childhood if the testicle doesn't drop down into the scrotum. A baby boy with an undescended testicle can start to lose the ability to make sperm by 12 months of age. Getting the testicle down into the scrotum early in life can help him have a better chance of having children when he grows up.

Second, an undescended testicle is more likely to develop a tumor. Testicular cancer affects one of every 2,000 men with undescended testicles. This rate of testicular cancer is higher than the rate in men whose testicles have dropped naturally. When the testicle is inside the scrotum, a man can easily feel his testicles to check for a tumor, or he can be checked by his doctor. This way, any tumor can be found early, when the cancer is easier to cure. 

How is an undescended testicle treated?

Treatment for an undescended testicle depends on where it is. Babies who have a testicle that can be felt in the groin (the area where your thigh meets your body) often get an operation called orchiopexy (say: "or-key-oh-peck-see"). Babies who have this operation usually go home the same day. The operation is done through a small cut in the groin. Most babies get better very quickly.

Another treatment is a hormone called hCG. Your doctor might give your child hCG in a shot. HCG helps the testicles make male hormones. A higher level of male hormones might move the testicle down into the scrotum.

If you are an adult with an undescended testicle, moving the testicle to the scrotum probably won't improve your ability to make sperm. So, in adult men an undescended testicle is usually just removed. If you are an older man with an undescended testicle, your doctor can help you decide what to do.

Management of the infant with cryptorchidism, including suggested times for referral to a pediatric urologist. Older children should be referred on discovery of an undescended testicle. (LH = luteinizing hormone; FSH = follicle-stimulating hormone; MIS = müllerian inhibiting substance; hCG = human chorionic gonadotropin)

Aug 7, 2011

Delapan Bulan

8 bulan, alhamdulillah...udah bisa ngapain aja ya. Hmm, penguatan dari milestone sebelumnya sih, jadi makin kuat berdirinya, makin sering belajar berdiri sendiri sambil pegangan ke tembok, meja atau gorden ditarik-tarik sebagai pegangan. Kadang suka pengen berdiri sendiri gak pegangan, tapi pijakannya di permukaan belum kuat jadi kakinya masih gemetar.

Ngocehnya makin jelas, mamamama..bababa tatatataa..daaadadaa...mumbling anyway, bahkan sesekali kalo kita mau pergi terus bilang 'dadah..' dia jawab juga 'dadaaa..'. Kadang kalo pengen sesuatu tapi gak bisa, dia ngoceh marah-marah trus keluarin suara macan 'rrrrr...'

Makannya makin pinter, alhamdulillah..hampir semua bahan makanan masuk tanpa ada tanda alergi *sujud syukur*. Kalo disebut semua suka sih enggak, ada beberapa juga yang dia plain-plain aja gak gitu lahap tapi yang penting dia mau makan dan kecukupan gizinya terpenuhi. Tinggal emaknya aja nih, yang masih belum rela asupannya tergantikan oleh mpasi hiks. Sekarang waktunya menambah porsi makan dan ngasih bubur saring, tapi entah kenapa -- dengan segala keegoisan saya -- seringnya saya menunda hal-hal yang mungkin sebetulnya udah boleh dicobain ke anak tapi saya nunda dengan alasan takut nenen-nya berkurang...surely i haven't ready yet for this one :(

Dari penampakan, Arraf tetep montok seperti biasa tapi kalo ketemu nenek-kakeknya di Bandung, katanya dia jadi agak ringan. Padahal orangtuanya udah ngos-ngosan gendong dia, berasa tambah berat 1-2kg dari sebelumnya. Yang mana yang bener? timbangan di RS membuktikan, Arraf cuman naek 200gr aja dari 7.5kg ke 7.7kg. Huhuhu, it breaks my heart kenapa dia cuma naik 200gr aja? kemana berporsi-porsi makanan yang selama ini lahap dimakan? kemana larinya setengah liter susu yang diminum setiap harinya?

Mencoba menghibur diri, saya sih yakin seret-nya BB Arraf karena dia udah aktif banget kesana-kemari, coba ini itu dan tidur lama cuma pada malam hari. Di plot growth chart juga masih pada kurva normal, nothing to worry indeed tapi tetep yah, bikin wondering juga..kira-kira apa yang bisa nge-boost BB nya dia supaya seimbang dengan aktivitasnya yang banyak. DSA nyaranin sih kasih cemilan biskuit/cookies, biskuit macam apa tentunya yang no-gulgar ya alias biskuit bikinan sendiri atau pesen ke catering makanan bayi. Tantangan selanjutnya adalah, sebelum mengenalkan kukis-kukis itu yang bahannya terdiri dari telur dan keju, saya sendiri harus ngasih telur dan keju dulu sebelumnya pada makanan Arraf, which is..kudu mikir lagi nih diapain ya masaknya.

Penghibur lainnya adalah pertumbuhan tinggi badan yang lumayan. Naik jadi 70cm sekarang. At least ini bisa jadi 'alibi' saat nenek-kakek nanya dikasih makan apa kenapa cuma naik 2 ons, tinggal bilang aja 'dede panjang kok ma, enggak gendut' :p

Yang bikin mencelosnya adalah, kita baru sadar kalo Arraf mengalami bilateral undescended testicles (testis yang belum turun). Kemana aja gue selama ini, baru sadar udah segede gini kalo buah zakar anak belum ada, yah..tadinya kirain kalo masih bayi emang bentuknya begini, ternyata si 'bola' itu udah ada dari lahir ya. Memang bukan big issue juga sih kalo masih di bawah 1th, tapi tetep aja...guilty :(

Oh ya, Arraf mulai dikasih supplemen zat besi di bulan ini. Sangobion for baby. Soal supplemen zat besi ini masih heboh perdebatannya, well..nanti aja deh posting khusus soal iron deficiency. Tapi beneran susah banget me-rutin-kan waktu minumnya, kan zat besi gak boleh deketan sama kalsium (susu) otomatis mesti ada jeda min 1 jam, tapi kalo sama saya Arraf susaaah banget lepas, belum 1 jam udah minta nenen lagi.

Beklah, mempersiapkan diri untuk mpasi tingkat intermediate..ayam, keju, telur, butter dan segala sumber protein lainnya menunggu buat dimasak. Lets go adventure, son!

Aug 5, 2011

EWG's Shopper's Guide to Pesticides

Eat your fruits and vegetables! The health benefits of a diet rich in fruits and vegetables outweigh the risks of pesticide exposure. Use this guide to reduce your exposures as much as possible, but eating conventionally-grown produce is far better than not eating fruits and vegetables at all. 

This will help you determine which fruits and vegetables have the most pesticide residues and are the most important to buy organic. You can lower your pesticide intake substantially by avoiding the 12 most contaminated fruits and vegetables and eating the least contaminated produce.



But, keep in mind that buy organice one is optional..don't be stressed out, mommies :) 

"dirty dozen" foods that are most highly contaminated with pesticides



Dirty Dozen
Buy these organic
1
Apple
Apples
2
Celery
Celery
3
Strawberries
Strawberries
4
Peaches
Peaches
5
Spinach
Spinach
6
Nectarines
Nectarines
– imported
7
Grapes
Grapes – imported
8
Red Pepper
Sweet bell peppers
9
Potatoe
Potatoes
10
Blueberries
Blueberries
– domestic
11
Lettuce
Lettuce
12
Kale
Kale/collard greens
Clean 15
Lowest in Pesticide
1
Onions
Onions
2
Sweet Corn
Sweet Corn
3
Pineapple
Pineapples
4
Avocado
Avocado
5
Asparagus
Asparagus
6
Peas
Sweet peas
7
Mango
Mangoes
8
Eggplant
Eggplant
9
Cantelope
Cantaloupe
- domestic
10
Kiwi
Kiwi
11
Cabbage
Cabbage
12
Watermelon
Watermelon
13
Sweet Potatoes
Sweet potatoes
14
Grapefruit
Grapefruit
15
Mushrooms
Mushrooms

Aug 3, 2011

MPASI 7 bulan


Bulan kedua MPASI, sebetulnya relatif mudah karena tinggal lanjutin menu sebelumnya ditambah bahan-bahan baru yang mau dikenalin. Kalo liat food chart di atas ; usia 6-7 bulan, meskipun masih terbatas pilihannya tapi bisa bikin varian menu yang banyak banget. Kuncinya trial and error aja sih, dan Alhamdulillah trial selalu sukses di Arraf, kalo saat 6 bulan fave nya jeruk dan pear. 7 bulan ini dia hobi banget makan grapefruit dan melon. 

Ini tambahan list dari menu sebelumnya saat 6 bulan

Buah 
1. Mangga
Excited ngasih makan Arraf mangga soalnya saya pun suka banget sama mangga waktu hamil. Mangga ini rich of vit A dan beta karoten, less alergenic tapi masih mungkin juga menyebabkan alergi sebagaimana tropical fruit lainnya. Mangga yang saya kasih mangga gedong gincu, sehubungan dengan teksturnya yang soft dan rasa yang relatif manis walaupun mahal. Cukup di potong-potong lalu saring, hasilnya lembut, pure, juicy. Arraf sukaaaaa.... 


2. Grapefruit 
Grapefruit ini dagingnya sama persis spt jeruk bali tapi ukurannya lebih kecil dari jeruk bali, lebih besar dari jeruk biasa. Mungkin jeruk bali versi bule kali ya. Pertama beli di Total tertarik aja sama kulitnya yang kuning-orange merona gitu trus sering denger grapefruit oh ternyata kaya begini, pas dibuka juga bulirnya besar-besar dan bersegmen-segmen kaya jeruk bali. Rasanya manis-kecut gitu, tapi Arraf sukaaa..awalnya dia meringis tapi selanjutnya lahap bener. Dimakan langsung sama bulirnya aja kaya jeruk bali, dikunyah, nanti pup nya ada ampasnya bulir jeruk, hihihi.  

3. Melon
Mohon izin saya agak lompat menu, menurut panduannya, melon baru bisa dikenalkan umur 8m, karena bisa menyebabkan 'rash' dikarenakan asam yang ada pada melon, tapi rash ini bukan alergi loh. Melon ini kaya vit A, vit C dan kalsium dan ampuh buat mengatasi sembelit. Ada macem-macem melon kaya cantaloupe, sky rock, japanese red, red sweet, dan melon golden. IMHO, yang paling manis itu melon golden, airnya juga lebih banyak. Pertama kali Arraf coba waktu akhir 7 bulan, makan melon red sweet..beneran rasanya maniiis banget dan lahapnya minta ampun sampe ngambek kalo telat dikasih. Melonnya cuma diserut aja, dulu sempet disaring sekali, selanjutnya gak disaring lagi dia udah bisa ngunyah pake gusi. Tapi kalo dikasih potongan melonnya saja, cuma kegigit bagian atasnya yang lebih lunak, sisanya dihisap-hisap aja cuma ninggalin bekas gigitan doang :p    

4. Peach 
Dulu saya kira peach baru bisa dikasih mulai 8m, ternyata udah bisa dari 6m, hwaa..telat tau padahal udah penasaran dari lama cuma kirain peach itu asam jadi pemberiannya ditunda dulu. Peach ini selain kaya vit A dan C, juga berserat tinggi jadi bagus buat melancarkan pencernaan (jadi, sudah ada pepaya, pear, melon dan peach ya buat senjata lawan sembelit). Daging peach itu lembut dan juicy, cocok banget emang buat bayi mulai 6 bulan karena dibikin puree hasilnya bener-bener melted. Arraf dikasih puree peach mulutnya gak berhenti-berhenti mangap, malah sendoknya dijilat-jilatin. Penyajian berikutnya dicampur sama oat, hwiii..tetep lahap makannya :* 

5. Tomat
Actually, saya rada ambil risiko ngenalin tomat umur 7m ini (kayanya dari atas udah kebanyakan ambil risiko deh). Kalo kata primbon sini, tomat punya risiko alergi begitu pula dengan tingkat keasamanya yang terlalu keras untuk immature tummy. Tapi, jika mau mengenalkan tomat lebih awal boleh-boleh saja dan biasanya dimulai umur 8m (tuh kan saya ngelangkahin guidance lagi). Siasati dengan tidak memberikan tomat mentah langsung untuk menghindari rash di area mulut karena gatal atau asam. Saya pilih tomat merah, belah jadi 4, buang bijinya lalu kukus. Ngukus tomat sebentar banget udah lembek dan berair, kulitnya pun ngelupas sendiri. Tinggal saring, beres...teksturnya udah mirip sambel Belibis, hehe. Tomat ini kandungan vit C nya besar banget loh, dan disarankan diberi bersamaan dengan iron rich food supaya penyerapan zat besinya bisa maksimal. 

Sayur
1. Pakcoy
What was in mind waktu saya pengen kenalin pakcoy ke bayi umur 7 bulan? Hehe, gak tau sih karena bingung aja mau kasih sayuran apa setelah gagal dengan brokoli dan buncis. Akhirnya mencoba dedaunan kaya pakcoy, ambil 3-4 batang, habis dicuci dan dibersihkan, lalu dikukus sampe layu, trus saring. Hasilnya memang akan lembek banget, serupa kaya puree. Dicampur ke mashed potato atau beras merah/putih. Tapi pernah coba campur sama pepaya, anaknya mau-mau aja tuh, hehe

2. Wortel
Generally, wortel, spt halnya brokoli baru dikenalkan di umur 8m, due to nitrate concentration. Tapi setelah baca-baca lagi soal nitrat, there's no risk being poisoned by nitrates becoz baby's tummy should be developed enough to handle 'normal' nitrate exposure, apalagi makanannya homemade, possibility-nya boleh dibilang 0%. Oke, i'll take it in moderation. Wortel kukus lalu puree dikenalin sebagai campuran mashed potato atau beras merah/putih (sebagaimana campuran sayur biasanya). Gak ada tanda-tanda alergi pada Arraf tapi juga gak ada tanda makan lahap, plain. 

3. Bayam
Bayam itu kaya banget kalsium, potassium dan fosfor, kaya mineral banget deh! Seperti halnya makanan bernitrat tinggi, bayam biasanya dikenalkan mulai umur 8m, tapi lagi-lagi alasan untuk membantu penyerapan zat besi, i take it in moderation. Penyajiannya sama persis dengan pakcoy. Oh ya, buat makanan yang mengandung nitrat spt wortel, brokoli dan bayam ini saya cuma mau masak 1x untuk sekali makan aja, gak pake disimpen-simpen karena salah-salah storing, level nitratnya makin tinggi yang malah bikin bahaya. Plus, kenalinnya 1x seminggu aja udah cukup. 

Grains 
1. Ubi madu cilembu
Yakin banget pasti Arraf suka sama ubi-ubian berhubung waktu hamil saya seneng sarapan sama ubi jalar merah kukus jadi pede dia pasti udah kenal citarasanya kaya gimana. Karena seringkali salah sangka ubi merah taunya dapet ubi putih atau yang dagingnya abu-abu, diputuskan untuk coba ubi cilembu aja yang udah pasti bentuk dan rasanya kaya gimana. Dikukus sampe empuk, trus disaring, hasilnya sama banget kaya mashed potato tapi ubi lebih juicy jadi  gak perlu campur cairan apa-apa lagi. Awal pengenalan puree ubi, lahap, selanjutnya campur apel, lahap juga, campur jeruk makin lahap. Dicoba lagi ubi cilembu panggang, hwaaa...habis setengahnya dimakan langsung. 

Protein
1. Daging giling
Banyak banget pertanyaan soal pemberian red meat buat mpasi, apakah dimulai setelah 8m atau di 6m. Silakan baca-baca dulu atau browsing ttg kebutuhan zat besi untuk anak yang mulai mpasi. Niwey, saya baru kasih daging ke Arraf mulai 7.5m, beli daging giling di spm dengan positif thinking tanpa asumsi dagingnya pake campuran ato lainnya, haduh udahlah mau giling sendiri juga gak bisa toh. Cara penyajiannya memang agak tricky, daging ini di-blanch terlebih dahulu (bisa godok atau siram air panas) airnya pasti jadi warna merah karena darah, please note bahwa air jadi merah artinya daging itu fresh kalo udah bening ya gak fresh lagi. Cuci terus sampe airnya gak merah lagi, baru setelah itu dikukus atau direbus. Saya milih kukus biar vitaminnya gak banyak kebuang. Selama ini baru coba campur sama mashed potato atau sup labu kuning. Selain itu dibuat kaldu, dagingnya direbus bareng wortel, daun salam, sereh, bawang putih, bawang bombay, bawang daun, seledri. Kaldunya bisa diambil, dagingnya bisa, wortelnya juga bisa ikut dibuat puree. Inget, tetap NO GULA GARAM ya!


Resep mpasi Arraf 7m

Utensils : kukusan, saringan, mangkuk, parutan


Bubur beras merah/beras coklat + apel (atau buah2an lain)
Apel pacific rose/royal gala/fuji (atau buah2an lain)
Tepung beras merah/beras coklat organik
Air putih 200ml

Buat puree apel terlebih dahulu.
Tuang satu sendok makan tepung beras merah ke dalam panci, lalu tuang air kurang lebih 200ml, taruh di atas kompor. Nyalakan api, aduk-aduk hingga mencapai kekentalan yang diinginkan. Setelah bubur jadi, tuang ke dalam mangkuk, campurkan dengan puree apel.

Note : kegagalan dalam membuat bubur tepung beras antara lain menggumpal atau terlalu encer, untuk itu disarankan mencampur tepung+air terlebih dahulu sebelum api dinyalakan dan menambahkan air sedikit demi sedikit.

Puree brokoli 
Brokoli, potong-potong kuntumnya

Cuci bersih brokoli, rendam sebentar pakai air garam untuk meminimalisasi jika ada ulat bersembunyi di balik kuntum. Kukus brokoli hingga benar-benar empuk. Haluskan di atas saringan pakai sendok, hasilnya semua daun dan batang brokoli akan tersaring dan lembut.

* untuk finger food, kuntum brokoli kukus/satu bonggol brokoli kukus bisa langsung diberikan kepada bayi.

Mashed potato daging brokoli
Brokoli 
Daging sapi tanpa lemak atau daging giling (beku)
Kentang tess

Daging sapi beku diparut sebanyak yang diinginkan, atau jika sudah berupa daging giling bisa diblender, tuang dalam mangkuk. Siram daging dengan air panas/mendidih hingga keluar kotorannya, daging segar seharusnya menghasilkan air berwarna merah darah. Buang airnya lewat saringan.

Daging di dalam mangkuk, brokoli dan kentang bisa dikukus bersama-sama hingga matang. Setelah matang, buat puree brokoli dan mashed potato terlebih dahulu, lalu campurkan dalam satu mangkuk, baru tuang dagingnya. Air kaldu yang ada di mangkuk daging diikut sertakan.

- Daging bisa juga direbus, ditambahkan air, bawang bombay dan daun salam. Penyajiannya sama seperti di atas.

Kaldu daging
Daging sapi tanpa lemak atau daging giling
Air secukupnya
Bawang bombay, daun salam, sereh

Daging sapi di blanch, caranya langsung rendam air panas/mendidih sampai keluar kotorannya di dalam air atau airnya berwarna merah darah. Setelah airnya bersih, masukan air lagi ke dalam panci, tambahkan irisan bawang bombay, salam dan sereh (bawang putih geprek juga boleh) lalu rebus sampe mendidih.

Tuang air rebusan ke dalam mangkuk terpisah. Biarkan airnya tiris, sampai lemak-lemaknya naik ke atas. Saring lagi. Tuang ke dalam cetakan-cetakan es untuk dibekukan.

Kalau mau langsung dipakai, langsung campurkan air kaldu ke bubur atau makanan lain sebagai kuah sup. Begitu juga dengan daging hasil rebusannya.

Puree bayam/pakcoy/kailan
7 batang bayam hijau organik/pakcoy/kailan 

Cuci bersih bayam, kukus hingga matang dan layu. Taruh langsung bayam di kukusan tidak perlu pake mangkok karena air bayam mengandung nitrat tinggi tidak baik untuk dimakan. Bayam yang matang gampang dipisahkan antara batang dan daunnya, ambil daunnya saja, saring di atas saringan kawat.

Sup labu kuning - daging
Puree labu kuning
2 sdm daging giling

Rebus daging giling dan air kaldu, campurkan puree labu lalu aduk-aduk sampe matang. Baunya sih memang agak anyir, kalo mau dikasih sayuran biar menetralisir mblenek-nya daging, boleh aja.

Puree mangga
1 bh mangga gedong gincu 

Kupas mangga, potong-potong dagingnya, langsung haluskan di atas saringan. Serat akan tertinggal di atas saringan, sedangkan hasil puree-nya sangat lembut dan juicy.

Pure melon 
Potongan melon red sweet/golden/australia 

Kupas kulit melon sampai bagian hijaunya terbuang. Parut sampai habis. Puree melon akan sangat berair dan lebih baik tidak perlu disaring untuk melatih gusinya belajar mengunyah.

Puree peach
1 bh peach hijau/kuning 

Belah daging peach jadi 6-8 bagian seperti memotong apel, kupas kulitnya. Bisa dikukus dulu, bisa tidak. Setelah dikuliti, dihaluskan di atas saringan. Peach rasanya cenderung asam, kalo bayinya gak kuat bisa dicampur buah lain yang lebih manis.

Puree tomat 
1 bh tomat merah/tomat apel 

Belah tomat jadi 4 bagian, masukkan ke dalam mangkuk lalu kukus sampai empuk dan berair. Setelah dikukus, kupas kulitnya lalu haluskan di atas saringan. Biji tomat tidak diikutsertakan, tapi pada saat mengukus dalam keadaan utuh.

Puree wortel 
1 bh wortel lokal (wortel lokal lebih manis daripada wortel impor)

Cuci wortel lalu peel kulitnya. Potong-potong jadi bagian kecil, langsung kukus di atas kukusan (tidak perlu pake mangkuk). Setelah empuk, haluskan satu per satu di atas saringan. Pada bayi yang sudah lebih besar, wortel kukus cukup diparut saja untuk dicampurkan ke makanan lain.

* untuk finger food, wortel kukus dipotong-potong sebesar ibu jari langsung berikan kepada bayi

Puree Ubi Cilembu
1 bh Ubi madu cilembu (ukuran kecil atau standar) 

Cuci bersih, potong-potong jadi 2 atau 3 bagian (tergantung ukuran ubi). Kukus di atas kukusan sampai empuk, tiriskan. Ambil satu potong, kupas kulitnya lalu haluskan di atas saringan pakai sendok. Ubi Cilembu cenderung lebih juicy daripada kentang sehingga hanya ubi saja pun tidak apa-apa.

Aug 1, 2011

Cerita Bali part IV

Gak abis-abis, gak abis-abis, ceritanya gak abis-abis..ceritanya gak abis-abis (dibaca spt iklan Bank Bukopin-nya Tora Sudiro). Hiyaaa, entah kenapa bagian paling menyenangkan dari sebuah perjalanan selalu pas di akhir-akhir, terutama pada saat kita lepas dari rombongan. Fiuh...

Hari pertama extend di rumah tante, selepas maghrib kita makan di Warung Mina, Jalan Astasura No. 91 Peguyangan, Denpasar Utara. Ini pilihan terakhir karena dari beberapa tempat makan yang asalnya mau dituju ternyata masih pada tutup (berhubung masih libur hari raya Galungan). Tapi makanan di sini juga enak-enak, makan berempat sukses ngabisin 4 ekor kakap goreng dan kakap bakar, terong bakar, plecing kangkung, tempe-tahu goreng, dua piring udang goreng dan 3 macam sambel Bali. Sambel Bali (lupa namanya apa) gak terlalu pedes, isinya cuma irisan bawang, tomat, cengek, gak diulek. Pinginnya pesen plecing gonda, tapi saat itu lagi kosong :(  

Beres makan malem lanjut jalan-jalan nyusurin daerah Sanur di malam hari. Daerah Sanur ini kabarnya spesialitiesnya buat orang-orang tua, di mana mereka menginginkan suasana pantai yang gak terlalu rame, klub-klubnya juga identik dengan musik-musik jazzy, kalem dan minuman yang gak terlalu memabukkan. Mungkin cocok ya buat old married couple yang pingin nostalgia berdua menikmati masa tua atau mengenang masa bulan madu ;) 

Besok paginya kita siap-siap mau main ke Bedugul. Sengaja berangkat dari pagi soalnya daerah Bedugul itu spt Lembang-nya Bandung, sejuk, dingin dan lebih asik dinikmati saat pagi. Perjalanan dari Denpasar ke Bedugul cukup jauh, makan sekitar 1-1.5 jam sampe bisa tidur lagi di mobil. Sebelum nyampe kita mampir dulu ke pasar Bedugul, rencananya mau beli pisang buat makan Arraf. Ternyata pisang di Bali harganya mahal, karena di sana kan pisang dibuat sasaji, pisang mas aja dihitungnya per satuan, 5000 isinya cuma 5 atau 6 gitu kecil-kecil. Akhirnya beli pisang susu aja, lupa harganya berapa beli sedikit tapi ya gak murah juga. Kalo salaknya masih mending, 10rb dapetnya sekeresek banyak. Kayanya buah-buahan di Bali gak murah sih..beda halnya sama sayurannya. Gustiii...seneng banget liat wortel montok-montok, pakcoy dan kailan seger, lobak gede-gede rasanya pingin gue gigitin satu-satu. Bahan sayur sop dijual per keresek 5rb, isinya udah banyak banget bisa bikin 2 porsi sayur sop sekeluarga.

Tujuan pertama, Pura Ulun Danu di Tabanan. Harga tiket masuknya 10rb/orang, di sini dingin bangeett. Meski kecil, Pura Luhur Ulun Danu menempati posisi kedua terpenting dalam ritual Hindu di Bali, setelah Pura Besakih. Pura Ulun Danu --yang bermakna gerbang danau-- dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Dewi Sri: dewi perlambang kesuburan dan kemakmuran. Nah, keren kan filosofi tempat ini, tapi sayang anginnya kenceng banget jadi gak lama-lama, cuma foto-foto trus duduk-duduk di taman sambil nyuapin Arraf pisang.  


Setelah dari Ulun Danu, lanjut ke Kebun Raya Bedugul di daerah Candikuning, Tabanan. Kebun raya sini hampir sama spt kebun raya Juanda di Bandung atau kebun raya Bogor tapi lebih kecil, cuman ternyata antara danau yang di pura tadi nyambung ke sini, gede banget kan..dan ternyata lagi, danau itu ya memang alamiah berasa dari kaldera gunung Batur. Waaa, wisata alam memang selalu menyisakan takjub atas yang Menciptakan keindahan. 


Di kebun raya, kita piknik, duduk di atas tiker, makan-makan, anak-anak lari-lari di sepanjang kebun (Arraf dengan pede-nya mau ikutan lari, ngesot aja masih belum bener). Semacam hal yang langka banget dilakuin sekarang-sekarang ini dimana mal udah jadi 'play-yard in common' bagi para orangtua yang otomatis mem-brain wash anaknya juga untuk berpikir begitu. Anak ngejar anjing, anjing dilempar batu, anjingnya penakut, hal-hal ringan tapi menghibur kaya gitu aja udah refreshing banget, apalagi kegiatannya outdoor di tempat yang udaranya fresh banget *ini apa sih*. 


Balik dari Kebun Raya kita pulang dulu ke rumah, berhubung jauh ya cape juga dijalan. Bobo siang sebentar, sorenya lanjut lagi ke Erlangga, toko oleh-oleh Bali. Iyaaa sebenernya gak tau sih mau beli apaan disini dan mau beli oleh-oleh buat siapa juga, tapi ya gak apa-apalah liat-liat dan akhirnya tetep nge-gembol keresekan gede juga dari sini, beli beberapa daster bambu, sarung dan kain. Tadinya mau lanjut liat sunset di Kuta, tapi dari Erlangga udah keburu sore, gak bakal sempet ke Kuta secepat itu akhirnya tetep jalan tapi gak ngejar sunset dan bener aja, pas sunset kitanya masih di jalan jauh dari Kuta. 


Menikmati malam di Kuta, somehow buat saya agak mengerikan. Dengan segala hingar-bingarnya musik maupun kelap-kelip lampu malam, hiruk-pikuk suasana 'internasional' dan segala pemandangan kebebasan di dalamnya, gak nyangka ini ada di Indonesia *oke, call me udik, ucup, apalah*. Tapi ya menarik sih, menarik buat diliat-liat, tapi males buat liat lebih lanjut apalagi pengen tahu. Udahlah, cukup liat aja sekilas buat pengalaman pandangan mata. Kita sih malah lebih tertarik liat-liat tempat makan dan arsitekturnya yang lucu-lucu. Meskipun gitu, tetep sih penasaran sama pantai Kuta, soalnya dari kemarin gak berjodoh terus sama pantai ini at least kita bisa bedain pantai-pantai di Bali minimal dari suasananya. Tapi udah malem mah pantainya juga gelap, kirain saya bakal kaya pantai di Beach Tycoon gitu ada pesta BBQ atau kedai-kedai minum gitu di pesisir pantai ternyata enggak ya :p jadinya malam itu kita langsung pulang aja. Oh ya, lewatin Ground Zero juga, tempat kejadian bom Bali tahun 2002 lalu, trus lewatin tempat yang jual Pia Legong terkenal itu, trus lewat tempat Joger yang beken, sayang udah tutup jadi gak mampir. 


Besok paginya, ada changing plan lagi buat akhir liburan ini. Asalnya mau balik lagi ke Malang buat urus kpr rumah, tapi ternyata gak bisa minggu itu padahal saya udah siap aja kalo harus extend 1-2 hari lagi di Malang. Tapi kalo gak ada apa-apa ya ngapain juga, jadinya diputuskan hari Sabtu itu kita akan pulang ke tempat masing-masing. Ayah langsung ke Malang, saya sama Arraf langsung ke Jkt. The jackpot is, kita gak megang tiket apapun, satu pun. Jadi, pagi itu banyak banget agenda yang harus dilakuin terkait masih penasaran sama Bali dan persiapan buat pulang. 


Pagi itu *lupa udah mandi apa belum*, kita langsung cabut ke Bypass Ngurah Rai, ke tempat Pia Legong buat beli oleh-oleh dan pesenan sana sini. Nekat pergi bertiga aja pake motor, modal GPS dan ingatan semalam di jalanan. Nyampe tempat pia jam setengah 9, antriannya sama sekali gak panjang, sekitar 10 orang aja, ya pantes aja ternyata pia yang available cuma rasa coklat padahal pengen banget makan yang keju. 



Beres dari pia, kita melipir ke daerah Kuta buat cari warnet, rencananya mau booking tiket. Gila juga ya, tarif warnet di situ 500/menit yang artinya 30.000/jam! Harga tiket udah gila-gilaan saat itu, iyalah..mendadak dan musim liburan pula. Yang paling reasonable cuma Citilink, di harga 1.1jt udah termasuk infant. Huhuhu, pingin nangis biasa harga segitu udah bisa pp ini cuma sekali jalan. Beres dari warnet langsung meluncur ke bandara Ngurah Rai, beli tiket...we're totally in rush! 


Kagum juga liat ayah yang bisa ngapalin jalan pergi-pulang tanpa salah, padahal baru pertama kali lewat dengan kondisi gak ada patokan-patokan yang berarti (berhubung hampir semua bangunan di Bali corak dan arsitekturnya mirip-mirip). Oh well, men are good in reading map, while women are good in reading sale :p 


Beres beli tiket dari Ngurah Rai, kita balik lagi ke Kuta. Yaa tujuannya gak lain karena masih penasaran sama pantai ini. Hiahaha, emang beda sih suasananya...di sini banyak yang berjemur, nongkrong-nongkrong, piknik atau surfing. Pas lagi panas-panasnya kita kesana jam 11-an, nongkrong sebentar di pinggir pantai sambil di-henna kaki *lupa foto, sekarang udah luntur*. 
kaki saya lagi dilukis, kabarnya si pelukis ini dulunya surfer :p
 Kuta nih kalo siang gak ngeri-ngeri amat kaya malem sih. Arraf seneng banget karena pantai di sini lebih luas jadi dia bisa puas jejak-jejakin kakinya ke pantai. Beneran kita kesini tanpa persiapan apa-apa, gak bawa tas, gak bawa perlengkapan bahkan popok gantipun gak bawa, bener-bener tangan kosong aja soalnya cuma niat mau beli pia dan cari tiket, niat main baru ada di tengah jalan. 


Main-main di Kuta selesai jam 1-an, sedangkan saya udah harus check in di bandara min jam 3 sore. Tante udah sms aja dari rumah ngasih tau kalo perjalanan dari Dps ke bandara tuh kira-kira 1.5 jam karena suka macet, sedangkan kita belum packing pulang sama sekali. Jadilah nyampe rumah flash packing lagi, tapi lumayan kebantu karena saya cuma bawa backpack dan tentengan pia + pai susu doang, sisanya travel bag sama keresek oleh-oleh minta ayah yang kirim ke Jkt, biar gak ribet. 


ruang bayi - Ngurah Rai
Entah apa yang bikin waktu agak melamban, somehow nyampe juga di Ngurah Rai lebih awal bahkan pesawatnya pun belum nyampe. Hwiii, ternyata delay 25 menit, lumayan di waiting room bisa sholat, minumin obat Arraf dulu dan nyusuin. Nursing room-nya Ngurah Rai jelek abeess, tapi lumayan sih ada nursing room. Isinya cuma baby tafel, kursi dan wastafel. Lainnya blank. Toiletnya juga jorok banget. Hah. 


Landing di CGK jam 6-an, ngeliat sunsetnya di pesawat ajaah :p Tapi diem dulu di mushola pas kedatangan, musholanya bagus, bersih jadi betah disitu sambil bersih-bersih, sholat, main sebentar trus nyusuin Arraf. Biar gak bosen aja sih sejajalan kan Arraf digendong sementara perjalanan ke Bekasi masih jauh, jadi biar Arraf turun dari gendongan dulu main-main sampe puas. Gimana saya gak terhibur, di sini Arraf bisa berdiri sendiri sambil pegangan.. :)






Setelah ibu istirahat dan Arraf kenyang. Jam 8 baru naik bus ke Bekasi, nyampe rumah setengah 10 langsung tepar. Sekian ceritanya. 


Sehari kemudian, kami sekeluarga mengalami flu sama-sama. Kasihan Arraf, hidungnya meler... :( 
  

Hari Pertama

Ini puasa hari pertama kami. Dimulai dari sahur yang mepet karena tidur kemalaman dengan menu seadanya.  Puasa itu sederhana, nak. Menaha...