Apr 26, 2010

positif hamil..??

Minggu kemarin sempet kena diare, perut kembung, demam dan agak mual. Padahal napsu makan tambah menjadi, tapi begitu mau makan suka jadi ilfil dan mual banget. Gak kepikiran hamil sih, karena spekulasi itu udah patah begitu diare muncul. Pergilah saya ke dokter, ngasih tau ini itu, termasuk gak disaranin minum obat warung karena kata orang takut lagi hamil. Si dokter pun setuju, dia cuma kasih obat diare dan obat mual, selebihnya cuma disuruh istirahat.

Sampe saat itu, saya udah telat mens sekitar 7 hari. Lupa HPHT-nya kapan, tapi tanggal 16 Maret itu saya lagi mens, which is dimulainya mungkin sekitar tanggal 13an. Dokter bilang, 7 hari lagi saya mesti test pack, karena 2 minggu waktu yang cukup relevan buat di-test.

Sejak telat itu, flek-flek muncul terus tiap hari, tapi gak nambah-nambah, gak jelas ini mau mens apa enggak. Gatel banget pingin minum pelancar datang bulan, tapi lagi-lagi orang-orang dekat bilang jangan dulu, takutnya lagi hamil.

Daripada bingung (secara udah beli Kiranti 3 botol juga), ya sut lah..test pack aja. Padahal rencananya nanti nunggu suami pulang seminggu lagi. Sabtu kemarin jadinya di-test. So, this is it

garis dua menunjukkan positif

Gilaaa...lemes bangeeettt. Bener-bener geje hari itu. Salah tingkah. Lutut langsung lemes, kaki gemeteran, otak juga paciweuh gak bisa mikir. Mau nelepon suami ragu, pinginnya surprise buat dia kalo pulang. Mau sms mama juga takutnya udah woro-woro aja ke keluarga, kan mastiin ke dokter juga belum. 

Ya udah seharian itu saya cuma leyeh-leyeh di kamar, maen game seharian sama baca-baca majalah. Makan siang bela-belain pergi ke Cimol, soalnya kebayang-bayang es teller 77. Hari minggunya, jalan-jalan sama si Marq ke Ambassador, belanja gila-gilaan dilanjut nongkrong-nongkrong lagi ke Tebet Utara, girls time. Kaki udah pegeeel banget, susah banget mau bilang "pegel banget nih kaki gw, lagi hamil sih..."   

Ternyata gini ya...perubahannya kerasa banget. Sekujur badan anget, mood swing, dan cepet laper. Pingiiin banget makan es krim dan buah-buahan. Sayangnya, si flek-flek coklat itu masih aja keluar. Bahkan pulang jalan-jalan kemarin jadi makin banyak. Belum berani ambil kesimpulan pasti sih...tanda-tandanya memang mengarah ke hamil, tapi masih mau mastiin nanti kalo udah dari dokter. 

Ssst, jangan bilang-bilang ya. Mau pura-pura kasih kejutan buat suami, ngetesnya bareng-bareng biar seru, hehe.   


 

9 tanda kehamilan

Baca artikel dari sini, ngebantu banget buat mengenali sejumlah tanda-tanda kehamilan. Pada beberapa wannabe-moms, ada tanda-tanda tertentu, tapi secara umum, tanda-tanda berikut bisa mewakili.

Tanda-tanda ini dapat menjadi suatu sarana untuk mengira-ngira saja, tapi yang perlu diingat adalah, semua tanda di bawah ini bukanlah tanda pasti kehamilan. Jadi tidak menjamin jika Anda mengalami satu atau bahkan beberapa gejala seperti yang tertera di bawah ini, lalu Anda boleh mengambil kesimpulan bahwa telah terjadi kehamilan. Diagnosa pasti kehamilan hanya dapat ditegakkan ketika ditemukan adanya tanda kehidupan dalam rahim si ibu.

Beberapa gejala atau tanda tersebut diantaranya adalah:

1.Payudara yang membesar dan (kadang) nyeri. Anda merasakannya seperti saat mendekati menstruasi, payudara anda menjadi lebih besar, kadang nyeri jika disentuh. Beberapa wanita bahkan bisa merasakan perbedaannya beberapa hari setelah terjadinya pembuahan.

2.Mudah lelah. Anda tiba-tiba jadi malas melakukan kegiatan biasanya, ingin tidur seharian, seperti kehabisan tenaga. Jangan coba melawannya, tenang saja, dan biarkan berjalan apa adanya sampai anda membuktikannya nanti.

3.Mual dan Muntah. Gejala ini seringkali di-identik-kan dengan kehamilan. Perubahan hormon (peningkatan hCG) akan menyebabkan wanita hamil merasa mual dan muntah di pagi hari -dan bahkan di siang dan malam hari juga. Jika Anda benar-benar positif hamil, tenang saja karena biasanya gejala ini hanya berlangsung di trimester 1.

4.Penciuman lebih sensitif. Kadang ketika anda merasa bahwa penciuman Anda lebih tajam dari biasanya, bisa jadi Anda sedang “mencium” gejala kehamilan. Hal ini mungkin disebabkan karena perubahan hormonal dalam tubuh anda.

5.Sering Kencing. Ooppps, kenapa ya akhir-akhir ini Anda mendapati diri anda jadi lebih sering ke toilet? Perubahan hormon bertanggung jawab penuh atas peningkatan aliran darah, dan juga frekuensi kencing Anda. Jadi saat ke toilet besok, mungkin anda perlu membawa alat tes kehamilan.

6.Perut kembung. Jika belakangan anda sering merasa perut anda kembung (bloated), bisa jadi perubahan hormon akibat kehamilan adalah penyebabnya.

7.Tidak haid. Walaupun tidak selalu berarti suatu kehamilan, tapi tidak munculnya haid bisa jadi merupakan tanda bahwa Anda hamil. Sangat disarankan bagi wanita untuk rajin mencatat tanggal siklus haid mereka.

8.Kenaikan suhu tubuh. Jika anda teliti, suhu basal anda (suhu ketika anda baru bangun tidur di pagi hari) akan meningkat hingga 1 derajat semenjak terjadinya konsepsi, dan ini bisa berlangsung terus jika anda memang hamil.

9.Spotting. Jika Anda sedang mengharapkan kehamilan, dan kalender sudah menunjukkan anda terlambat haid, jangan keburu panik ketika mendapati bercak darah (spotting). Itu bisa saja akibat penempelan embryo pada dinding rahim anda, dan itu hal yang normal. Yang perlu anda lakukan adalah beristirahat, dan mungkin berkonsultasi dengan dokter Anda.
 
So, are those pops up in your days, mom wannabe?? ;)

Apr 7, 2010

long distance part 3 : Jakarta - Malang


To truly love something, you must first give it a chance to fail. If it survives, it is going to be stronger than ever. Distance is pure proof of this, and forever we will love if we survive.
Jadi, libur paskah kemarin, saya nganter suami pindahan ke tempat tinggal barunya. Kota Malang. Kota di Jawa Timur dengan hawa yang sangat tidak 'njowo, tapi malah mirip 'mbandung -- adem , semilir dan agak semriwing kalo tidur gak pake selimut. Lokasinya masih di Kabupaten Malang sih, belum nyampe kota-nya banget..but it's much more more better than Surabaya yang puanasnya aje gile *dan mungkin saya gak akan mengizinkan suami buat kerja disana...ogah!*

Brak brik bruk, mendadak traveling menjelang long wiken memang gak ada untungnya, tiket melambung, seat juga rebutan. Sukur-sukur, H-2 sebelum berangkat,dapet Mandala corporate rate. Tiket balik Lion Air Surabaya-Jakarta sudah dipesen duluan tempo hari, mengingat kalo kepenuhan saya emoh banget mesti pake bis atau kereta balik sendirian.

Untung masih ada si untung (Alhamdulillah, ya Allah...masih dilancarkan jalannya), nyampe disana bisa mampir dulu ke rumah sodara jauh suami, numpang nginep sekalian ditemenin cari kost sabtu paginya. Sementara saya hangover berat dari mulai nyampe hari Jumat, indikasi fatigue dan migren berat. Malam sebelumnya abis lembur di kantor sampe jam 2 pagi dan gak berani tidur senyampenya di kost...takut bablas. Alhasil, di Mandala kepala saya keleyengan banget pleuuss...suara mesin Mandala yang berdenging bikin pengeng di kuping. Perfect torture.

Sabtu sore, baru mulai pindahan ke kost yang baru. Kamarnya paling 4x3-an, kamar mandi luar, ada kasur, lemari, meja-kursi. Harganya cuma 200rb, sepertiganya harga kost saya di Jakarta. Demi kenyamanan tidur malam harinya, sore itu juga kami langsung ke kota buat beli perabotan, perlengkapan bersih-bersih, piring-gelas, tissue, pengharum ruangan, kapur barus, dsb. Lanjut makan malem di BeBeQu, entah jalan apa. Cukup 50rb saja buat nasi hainan, bebek peking panggang satu porsi buat berdua plus sayur sawi putih sama lemon hangat...

I always enjoy taking care of my family, me and hubby. Doing household works with him, amaze me about how great us can be as a family... Kamar yang tadinya lembap dan berdebu, sudah bersih, harum dan siap dihuni. Kalau sudah memastikan keperluan dan perabotan sehari-hari sudah cukup representatif dan dia sudah cukup nyaman dengan kamar barunya....baru deh, tenang rasanya mo balik ke Jakarta.

So, inilah kami. Rumah tangga sepanjang Malang-Jakarta. Bayangan bisa tinggal bareng nampaknya masih mimpi belaka.. Terus terang, saya gak pernah excited sama keputusan kaya begini. Kalau waktu pacaran gak bisa protes pacar mo kerja kemana aja, sekarang juga gak ada bedanya. Bedanya hanya dulu dia melakukannya untuk diri sendiri dan orangtuanya, sekarang dia melakukannya untuk saya, keluarga kecil kami.

Saya juga gak tega lihat muka suami yang girang dapet kerjaan disana, jobdesk yang lain daripada yang biasanya dia kerjakan, waktu kerja yang lebih fix dan kesempatan yang lebih besar buat mengembangkan dirinya. Waktu dia minta pendapat saya tentang tawaran ini, saya gak kuasa bilang 'enggak' walopun perut mendadak mules, pingin mukul-mukul tembok, nangis meraung-raung. For his own good, saya ikhlas. Kita jalanin dengan ikhlas. Mudah-mudahan lewat pintu yang ini, bisa dibukakan pintu lainnya ke depan.

Berat untuk bilang bahwa kami senang seperti ini, tapi juga gak mudah bagi kami untuk mengeluh. Belum saatnya mengeluh, atau bahkan tidak pernah ada kesempatan buat mengeluh.

Hari Pertama

Ini puasa hari pertama kami. Dimulai dari sahur yang mepet karena tidur kemalaman dengan menu seadanya.  Puasa itu sederhana, nak. Menaha...