Tips Berburu Buku di Bazar BBW Surabaya


Dalam tiga hari ke depan, bazar buku impor Big Bad Wolf Booksale akan digelar kembali di Surabaya, untuk ketiga kalinya. Para book lovers pasti sudah menanti-nantikan event ini untuk hunting buku incaran, apalagi harganya hanya satu pertiga dibanding harga di toko buku impor semacam P*riplus atau Bo*ks and B*yond.  

Ada yang berencana pergi ke JX International Expo untuk borong buku-bukunya? 

Tunggu dulu, sebelum kalap ditenggelamkan buku-buku di sana, perlu strategi untuk melancarkan perburuan di TKP. Dari sejak kedatangan pertamanya ke Indonesia tahun 2016 lalu, sedikit banyak saya mempelajari pola-pola yang bisa dibuat tips untuk para hunter yang mau menerjang arena pameran. 

1. Targetkan Jenis Buku yang Mau Dibeli

Sebelumnya pastikan mengikuti info-info BBW dari sosmed dan web yang berseliweran di timeline. Koleksi buku yang bakal ada di sana juga sebagian dirilis di teaser-teasernya BBW, dan you will notice kalau sebagian besar buku-buku yang dijual di sini adalah buku berbahasa Inggris, namanya juga pameran buku impor yah. Penentuan jenis buku apa yang mau kita beli juga memengaruhi ke mana nantinya kita memosisikan diri di venue yang luasnya segede alaihim itu. Buku-buku di sana akan dikelompokkan sesuai tema, mis Reference, Cooking, Crafting, Architecture, Children Books, dll. Kalau sudah ajeg dengan jenis buku yang mau dicari, muter di situ aja dulu, baru nanti keliling genre lain kalau yang diincar sudah di tangan. 

Satu-satunya penerbit lokal yang bukunya tersedia di BBW selama ini baru dari Mizan saja, entah kalau di tahun 2018 ini ada penerbit lain yang bergabung. Tapi meskipun cuma ada satu penerbit berbahasa Indonesia, buku-buku yang dijualnya melambai-lambai minta dibeli. Bayangkan, buku yang biasanya dijual di atas 80 ribuan, kini harganya cuman 15 ribuan saja. Gimana nggak cepat habis si Mizan ini diborong para wolfies yang ganas-ganas itu.  

2. Siapkan Alat Pembayaran Yang Mudah 

Di tahun pertama, BBW hanya bisa menerima transaksi melalui bank Mandiri. Namun cara ini sepertinya kurang praktis. 

Dua tahun terakhir ini, transaksi menggunakan bank apapun bisa diterima, termasuk debit dan credit card. Mandiri masih tetap jadi sponsor utama, jadi jika Anda pemegang kartu Mandiri, coba cari tahu dulu fasilitas spesial apa yang diberikan pada penggunanya di BBW, kalau nggak salah ada Fiesta poin yang bisa ditukar jadi voucher.

Selain itu, banyak juga vendor-vendor yang bekerjasama mengeluarkan voucher, salah satunya BPJS Kesehatan. Mereka bisa memberi kita voucher disc 20% untuk setiap akun yang terdaftar BPJS. Nah, silakan cari info sebanyak-banyaknya untuk kemudahan ini.  


Cashless payment memang paling praktis, nggak perlu hitung-hitung duit di depan kasir, dan nggak perlu nungguin kembalian. Tapi nggak ada salahnya juga menyiapkan uang di dalam dompet secukupnya. Jika niat berhemat, bayar cash memang jadi kontrol terbaik karena melihat lembar demi lembar melayang itu beda sensasi berdebarnya dengan gesek kartu, hehehe. 


Berapa nominal aman bawa uang cash? Saya rekomendasikan angka 500rb - 1juta, udah bisa bawa pulang 10-15 buku. Kalau misalkan berencana datang beberapa hari sekali, bawa di bawah itu juga gak masalah, kok. Save the money for priority. 

What's Wrong With Secretary Kim? - Kdrama Review


This post will contain many spoilers, just..beware, heheh....

Drama Korea pertama yang saya tonton lagi habis lebaran, lama bener liburnya ya, sebetulnya sekalian nunggu perpanjangan Iflix dan waktu yang bener-bener luang siih #nyarigratisaann   
Jadiii, drama ini menceritakan tentang Kim Mi So (yang diperankan oleh Park Min Young - selanjutnya akan saya panggil Bu Kim) yang tiba-tiba mengajukan resign setelah kerja dengan amat sempurna selama 9 tahun sebagai sekretarisnya Wakil Presiden Direktur Yumyung Group, Lee Young Joon (yang diperankan oleh Park Seo Joon - selanjutnya akan saya panggil Wapresdir - panjang amat). 
Bagai tersambar petir, Wapresdir kaget dengan keputusan yang tiba-tiba ini, dia pikir semua orang akan senang bekerja dengannya karena dia begitu percaya diri dan purrreefek (coba perhatikan stealing scene saat dia bilang "aura!" ) 
Ternyata, alasan Bu Kim mengundurkan diri tepatnya karena dia mau punya lebih banyak waktu buat dirinya sendiri, melakukan yang dia suka karena kewajibannya melunasi utang-utang keluarganya sudah selesai. Kedua kakaknya sudah punya karir yang baik, jadi ini waktu yang tepat buat Bu Kim memikirkan diri sendiri. " Aku tidak mau begini saja seumur hidupku. Aku ingin menikah...", katanya. 
Apakah bu Kim sudah punya calon suami? tidak juga. Dia masih terkenang akan memori masa kecilnya pernah diculik bersama seorang anak konglomerat yang kemudian jadi childhood sweeheartnya. 
Merasa dirinya akan kesusahan kalau ditinggal Bu Kim, Wapresdir Lee pun rela melakukan apapun agar bu Kim mau menunda atau bahkan membatalkan rencana pengunduran dirinya.  Inilah inti cerita dramanya, tapi sepanjang 16 episode berlangsung, percayalah ceritanya bukan soal ini saja. Jika kamu mengira ini nggak jauh-jauh dari drama cinta biasa, it's far more than that! 
kabarnya ini dari webtoon, yang mana saya gak pernah sekalipun baca webtoon heheh 

1. The Casts 



Sejujurnya saya gak bisa bahas iniii, soalnya nggak apal sama pemain-pemain Korea, dan nggak inget pernah lihat pemain ini main di film lain yang mana. Tapi menurut saya, karakter pemainnya pas semua, baik lead maupun supporting characters. Tokoh Wapresdir  Lee, seorang anak pimpinan perusahaan yang super narsis dan gila kerja. Bu Kim yang selalu cantik, siaga, dan murah senyum, tapi juga ekspresi mukanya bisa berubah sesuai konteks. Sejujurnya, tiap liat bu Kim dengan senyum lebarnya, suka otomatis ikutan senyum juga, hahah....bener ya kalo senyum itu sedekah yg menular #ngok   

Begitupula rekan-rekan kantor yang seru, semua aktingnya pas....aku jadi kangen office ambiance, gosip-gosip kantor, #eeeeh. Tidak lupa, tokoh Park Yoo Sik, sahabat sekaligus Direktur Yumyung Group yang kocak tapi juga bisa memberi advis-advis penting bagi Wapresdir. Dia punya andil besar terhadap karena notabene lebih berpengalaman dalam percintaan (ya duda seehh...) 

2.  The Romance 
Hihi, seperti biasa, kisah cinta dalam kdrama selalu bikin baper, yang ini ditambah HOT, kompor kalee... Di serial ini juga diceritakan beberapa office-couple yang pada episode akhir-akhir menemukan pasangan jiwanya masing-masing, ciyeeee. Love each of their stories, nggak ada yang terlalu drama atau menye-menye. Nggak ada juga drama beda kasta yang dibesar-besarkan, sebaliknya, appreciate banget sama keluarga Presdir yang welcome pada keluarga bu Kim yang sangat sederhana, malahan mereka sungkan sendiri karena bu Kim berani speak up ketidaknyamanannya atas berbagai pemberian yang terlalu mewah buat dirinya. 


ini yak, unyu nyuuu banget dah....
Khususon pasangan tokoh utama kita, awalnya saya agak gengges sama bu Kim yang malu-malu tapi mau, jadi kesannya "lo gak mau tapi lo bertingkah menggoda terus...", ya akhirnya gue aja yang suudzon sik, karena ternyata bu Kim juga bisa menjaga sikapnya yang bikin Wapresdir penasaran setengah mati. 

Haru karena mereka berdua akhirnya menemukan pencariannya satu sama lain, walau awalnya ada yang tidak menyadari. Ketika sempat salah alamat, Wapresdir pun langsung bersikap posesif dan mempertahankan cintanya. Love attitude seperti ini mirip kaya Edward Cullen pada Bella, tapi kalo si Edward keliahatan rapuh dan bertekuk lutut banget di kaki Bella. 

3. Beside Story 
Buat saya, istimewanya drama Korea adalah ada bagian-bagian cerita yang bikin nangis, sedih, haru dan tertawa. Ini yang bikin WWWSK layak ditonton, karena kamu nggak akan cuma baper, tapi juga ikut merenungkan hikmah dari cerita dan dialog-dialognya yang mengandung sesuatu.

Mengetahui bahwa dua saudara kandung (Lee Sung Yeon dan Lee Young Joon) mengalami trauma masa kecil yang deritanya hampir tak berujung kalau saja orangtuanya tidak keburu sadar dan meminta maaf pada anak-anak mereka. Meski sudah berlalu selama puluhan taun hingga anak-anaknya dewasa, pak dan bu Presdir tidak sungkan meminta maaf atas kesalahan mereka di masa lalu.  

And you know, reaksi anaknya pun tidak bilang "apaaahh?!" dengan mata melotot, nangis gerung gerung kemudian minggat dari rumah (gak bawa apa-apa). Sung Yeon, kakaknya Wapresdir, awalnya memang kecewa dan sangat malu atas apa yang sebenarnya telah terjadi, tapi berikutnya dia berlapang dada dan memperbaiki hubungannya dengan orangtua dan saudara kandungnya.

Laaaff banget ama cara mengatasi konflik dalam keluarga ini. Bagaimanapun juga, luka di masa lalu tidak akan hilang, tapi selalu ada cara untuk memperbaikinya, dan semua orang berkesempatan hidup layak tanpa didera beban masa lalunya. 

Emang apa sih konfliknya? tonton aja dah...dijamin, berderaaaiii...

Korea selalu pinter mengaduk-aduk perasaan saya jika ceritanya tentang keluarga dan kesetiaan, konflik-konflik yang realistis ngga jauh dari keseharian kita, jadi berasa riil. Kejadian nangiis mulu akhirnya di bawah selimut, hahah...pas anak-anak tidur tentunya.

3. Plot Twist 
Shocking secret revealed between these two brothers. Seru deh, padahal si Sung Yeon (diperankan oleh Lee Tae Hwan) ini mukanya manis pas senyum dan keliatan lebih mudaaa....tapi perannya menderitaaaa.... Mereka ambil significant roles di asal mula cerita, dan itu pula yang menyebabkan semua berpikir yang enggak-enggak tentang kakak Yeon ini.  


Pada episode pertengahan saya masih menebak-nebak kira-kira kenapa Wapresdir dan kakaknya seperti itu. Kenapa scene penculikan sebegitu mengerikannya seperti scene film hantu. Trus apa jangan-jangan begini, jangan-jangan begitu. Saat mandi atau  lagi di angkot, kadang saya memikirkan itu , yaelah... Hingga di episode 10 dst, barulah semua terkuak satu per satu. Giling...gak kepikiran!! Pinter amat yang bikin skenarionya, nggak nyangka kalau cerita sebenarnya kaya gitu, dan selama puluhan tahun ditutup rapat-rapat oleh keluarga Lee.  Penasaran? tonton ajaaa.... 

Baiklah, akhirul kalam saya menyarankan bagi penonton pemula kaya saya, karena WWWSK ini cuman 16 episode aja, baiknya tonton 2 episode per hari, jadi kelar dalam semingguan #ngatur.  

Berenang di Singhasari Resort, Batu.



Meskipun cuaca belakangan dingin menggigit begini, anak-anak pantang menyerah minta berenang. Padahal waktu di Garut aja nyarinya kolam air hangat, kali ini mereka menantang menerjang semriwingnya Batu di sore hari.  

Sebenarnya ada banyak pilihan kolam renang hotel di sekitaran Malang dan Batu, dari hotel menengah di tengah kota sampai hotel mewah yang fasilitasnya yahud. Beberapa memang privat untuk pengunjung hotel saja, tapi banyak juga hotel lain yang membuka kolam renangnya untuk umum. 

Salah satu yang terbuka bagi pengunjung yang tidak menginap adalah Tlogowangi Swimming Pool, The Singhasari Resort. Di kelasnya, hotel ini termasuk favorit para traveler dari tingkat pelayanan dan viewnya. Terakhir saya ada acara di sana, hotel ini memang punya pemandangan yang ngga habis untuk dilihat dari berbagai penjuru.

Ya udah deh yuk, anak-anak, cuss mumpung punya dua lembar voucher berenang yang expirednya bulan depan…. 

Asyiknya Camping Bersama Keluarga



Berkemah atau camping bersama keluarga bisa jadi pilihan liburan atau aktivitas weekend yang menyenangkan dan bebas dari macet. Berkemah sekarang menjadi kegiatan yang bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja, tidak lagi identik dengan Pramuka atau pecinta alam.
Kemah keluarga perdana saya di pantai Kondang Merak, Malang, bersama tiga anak yang saat itu berusia 6, 5 dan 3 tahun. Bagi kami penyuka kegiatan outdoor, kesempatan berkemah adalah ajang family-time dan refreshing dari rutinitas sehari-hari. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak selama kemah, salah satunya adalah bersama-sama mendirikan tenda dan membuat api unggun. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk berkemah bersama keluarga adalah memilih lokasi kemah yang cocok. Perlu diingat bahwa kegiatan ini melibatkan orang dewasa dan anak-anak yang ketahanan fisiknya berbeda. Tentunya tidak ada target mendaki gunung dengan ketinggian tertentu. Jadi, pastikan tempat yang akan dituju sesuai untuk segala usia.


Setelah menentukan tujuan dan tempat untuk berkemah, tentunya kita nggak mau terlalu repot dengan bawaan yang terlalu banyak, bukan. Maka untuk persiapan yang efektif dan efisien, kita harus membuat perencanaan dan checklist kebutuhan setiap anggota keluarga lalu rundingkan lebih lanjut untuk menyusun kebutuhan bersama.

Yuk, kita uraikan persiapannya :

Belanja Make Up di Makeupuccino


Saya bukan makeup junkie, asli, beneran, tengok saja foto-fotoku, halahh….perasaan juga kalo pergi di rumah kaya udah cukup 'berwarna' sampe dikomen suami "ibu kok mukanya merah-merah?", pas difoto hasilnya kok pucet-pucet jugaaa #misteriilahi :)


Wawasan saya soal make up juga standar aja, karena pernah jadi sis bakul lipensetip tentulah harus paham barang dagangan dong, biar bisa merekomendasikan lipstik yang cucmey buat customer. Sebatas memperhatikan saja, nonton tutorial, tapi nggak pernah mengaplikasikannya pada canvas hidup.

Jadi, sengaja pergi khusus ke toko kosmetik buat leisure kaya gini, it’s a luxury hihi. Dulu pergi ke toko buat kulakan bawa list pesanan dan seringnya nggak ada waktu pilih-pilih buat sendiri.      


Makeupuccino awalnya onlineshop juga di instagram @makeupuccino, trus dia buka offline store di Cisangkuy. Trus akhirnya pindah ke jalan Bengawan no 15 ini. Baru kesempetan ke sana karena mau nyari bedak Coty Airspun yang kesohor itu, niatnya kalo ada testernya mau numpang tepuk-tepuk.

Tips Berburu Buku di Bazar BBW Surabaya

Dalam tiga hari ke depan, bazar buku impor Big Bad Wolf Booksale akan digelar kembali di Surabaya, untuk ketiga kalinya. Para book lov...